Jumat, 23 Oktober 20

Bank Tanah Bakal Bikin Mafia Tanah ‘Mati Kutu’

Bank Tanah Bakal Bikin Mafia Tanah ‘Mati Kutu’
* Sofyan Djalil. (Foto: Ist)

Jakarta, Obsessionnews.com — Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) memandang pembentukan bank tanah atau land bank diUndang-undang Cipta Kerja sangat penting. Terutama untuk membuat para mafia tanah tak lagi berkuasa.

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan Djalil mengatakan, bahwa keberadaan Bank Tanah tak akan membuat mafia tanah berkuasa atas banyak tanah. Karena tanah-tanah terlantar kini langsung diambil oleh pemerintah lewat land bank.

Sebelumnya tanah-tanah terlantar ini menjadi sasaran empuk para mafia tanah. Para mafia ini mengambil dengan harga murah dan menjualnya dengan harga sangat tinggi.

“Jadi kalau ada tanah tidak diurus, ada transisi yang baik, pemerintah masuk, semua terlibat dari awal. Biasanya mafia tanah kuat dia yang kuasai banyak tanah,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Jumat (16/10/2029).

Sofyan menambahkan, selama ini tanah-tanah yang terlantar sering menjadi sengketa. Ujung-ujungnya yang berhasil memiliki adalah mereka yang memiliki kekuatan besar sehingga ada sisi ketidakadilan.

“Selama ini dirampok orang siapa yang kuat dia dapat. Itu di Sukabumi ada 1000 hektar orang tau gak yang nguasain di sana siapa. Makanya nanti kita masukan ke bank tanah,” kata Sofyan.

Oleh karena itu lanjut Sofyan, UU Cipta Kerja ini sangat penting. Karena lewat aturan sapu jagat ini, mengamanatkan Bank Tanah yang akan berbentuk badan menjamin ketersediaan tanah dalam rangka ekonomi berkeadilan.

Misalnya, tanah terlantar akan digunakan untuk kepentingan umum, kepentingan sosial, kepentingan pembangunan nasional, pemerataan ekonomi, konsolidasi lahan dan reforma agraria. Bagi investor pun menguntungkan karena akan diberikan sewa secara gratis selama 20 tahun.

“Maka kita butuh Bank Tanah untuk ambil tanah-tamah terlantar, tak diurus, tak bertuan dan kalau dilepas bisa kita gunakan dan ini untuk digunakan kepentingan publik sosial dan reforma agraria,” jelasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.