Selasa, 4 Oktober 22

Bank Permata Raup Rp 5,32 Triliun

Bank Permata Raup Rp 5,32 Triliun

Jakarta – PT Bank Permata Tbk (BNLI) berhasil mencatatkan pendapatan operasionalnya (konsolidasi dan tidak diaudit) di kuartal tiga sebesar Rp5,32 triliun. Nilai ini meningkat 7% year-on-year (yoy) dari Rp4,98 triliun dalam periode yang sama pada tahun 2013. Kinerja positif ini mendorong laba bersih setelah pajak yang mencapai Rp1,24 triliun.

Direktur Keuangan BNLI Sandeep Jain mengatakan peningkatan pendapatan operasional tersebut didorong oleh pertumbuhan pada pendapatan bunga bersih (NIM) yang tipis mengingat tekanan pada biaya pendanaan yang tinggi. Namun juga di sisi lain didukung pertumbuhan yang kuat pada pendapatan berbasis biaya (fee based income).

“Pendapatan berbasis biaya naik 28% yoy menjadi Rp1,2 triliun. Didukung kinerja yang lebih kuat di bisnis Bancassurance dan Trade Finance serta aktivitas transaksi berbasis biaya lainnya,” ujar Sandeep dalam siaran pers, Rabu (29/10/2014).

Dia mengatakanm pendapatan bunga bersih hanya tumbuh 2% dibanding periode sama tahun lalu (year on year/yoy) menjadi Rp4,1 triliun. Ditopang oleh pertumbuhan kredit sebesar 12% (yoy) meskipun di-offset dengan penurunan margin.

Di kuartal ketiga 2014 ini, industri perbankan tetap dihadapkan pada tantangan atas biaya pendanaan yang lebih tinggi dan pertumbuhan bisnis yang lebih lambat.

“Kami akan terus memonitor perkembangan kondisi ekonomi makro dan menyesuaikan strategi kami agar dapat menghasilkan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” ujarnya. (ant)

Related posts