Sabtu, 27 November 21

Bank Lain Harus Tiru BRI Soal ‘Branchless Banking’

Bank Lain Harus Tiru BRI Soal ‘Branchless Banking’
* pengamat perbankan dari UGM, A Tony Prasetiantono.

Jakarta, Obsesionnews.com Sukses PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengembangkan “Branchless Banking” atau layanan bank tanpa jaringan kantor dipuji pengamat ekonomi. Kualitas layanan yang menjangkau daerah terpencil di nusantara itu, semakin prima jika BRISat berhasil diluncurkan, besok, 16 Juni 2016.

Saat itu, Bank BUMN peraih laba terbesar, yakni tahun lalu cetak laba Rp24 triliun itu, memiliki lebih dari 7.500 branchless banking di seluruh Indonesia. Serta lebih dari  20.000 Agen “Branchless Banking” BRI yang siap melayani usaha mikro.

“Masalah standarisasi agen masih menjadi kendala utama dalam branchless banking. Karena bank harus menggandeng lembaga ekonomi mikro atau koperasi. Belum banyak bank yang sebetulnya siap,” ujar pengamat perbankan dari UGM, A Tony Prasetiantono ketika  dihubungi Rabu (15/06/2016).

baca juga:

BRISat Disarankan Maksimalkan Sisa Transponder

BRISat Kembalikan Kedaulatan Atmosfer Indonesia

BRISat Perkuat BRI Layani Pelosok

Dia mengaku hanya bank BRI yang siap karena berpengalaman di daerah terpencil. Sehingga sebaiknya BRI dijadikan inisiator atau proyek percontohan dalam memperkuat jaringan di daerah terpencil. Bahkan dia juga menyarankan sebaiknya bank lainnya harus menunggu.

“Harus ada percontohan dari BRI karena jaringannya berpengalaman di daerah terpencil. Sedangkan yang lain sebaiknya menunggu dulu,” ujarnya.

Apalagi jika semua bank diharuskan mengikuti aturan dari Bank Indonesia (BI) soal mobile payment services (MPS) masih memiliki banyak kelemahan dan berisiko untuk diberlakukan. Tapi tidak dengan BRI, yang semakin solid mengembangkan MPS dengan dukungan kualitas jaringan lewat BRISat.

Dia menilai BI dan OJK khawatir aturan ini dapat menimbulkan fraud (penipuan) di level agen. Standarisasi agen sangat penting mengingat posisi ini sangat rentan untuk terjadi penipuan dana nasabah. Menurutnya, mitra agen yang akan berasal dari lembaga keuangan mikro juga akan menjadi pertanggungjawaban OJK.

“Tapi rasanya, setelah BRI memiliki jaringan dan agen “Branchless Banking” yang begitu banyak dan luas, saya nyakin BRI paling siap menjalankan aturan dari BI dan OJK tersebut,” pungkasnya. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.