Kamis, 27 Januari 22

Bank BTN Catatkan EBA-SP Rp 1 Triliun di Bursa Efek

Bank BTN Catatkan EBA-SP Rp 1 Triliun di Bursa Efek

Jakarta, Obsessionnews.comPT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk bersama Sarana Multigriya Finansial (Persero) mencatatkan EBA-SP (Efek Beragun Aset berbentuk Surat Partisipasi) SMF-BTN 02 Kelas A di pasar modal. EBA-SP tersebut bernilai Rp1 triliun.  Ini merupakan produk EBA yang kesembilan kalinya diterbitkan oleh Bank BTN bekerja sama dengan SMF. Delapan seri produk EBA sebelumnya telah berhasil diserap di pasar.

Demikian dijelaskan Direktur Bank BTN Iman Nugroho Soeko usai mencatatkan EBA-SP SMF-BTN 02 Kelas A di Bursa Efek Jakarta, Rabu (9/11). .

Iman mengungkapkan, transaksi sekuritisasi KPR melalui skema Efek Beragun Aset Berbentuk Surat Partisipasi (EBA-SP) ini adalah yang kedua bagi Bank BTN.

“Meskipun demikian produk EBA-SP merupakan produk EBA dan hari ini adalah produk yang kesembilan kalinya kami terbitkan.  Produk EBA cukup digemari oleh para investor karena merupakan produk investasi yang aman dan menguntungkan dengan agunan asset KPR yang nilainya terus naik,” katanya.

Menurut Iman, Bank BTN bersama SMF telah menginisiasi transaksi Sekuritisasi KPR sejak tahun 2009. Total sekuritisasi KPR yang telah diterbitkan sampai dengan saat ini dengan skema KIK EBA mencapai  Rp 5,455 triliun. Sementara skema EBA-SP baru sebesar Rp 200 miliar.

Transaksi sekuritisasi asset ini menunjukkan komitmen Bank BTN untuk mempelopori pengembangan pasar modal dan produk EBA merupakan sesuatu yang perlu didukung. Melalui transaksi sekuritisasi ini, Bank BTN dapat memanfaatkannya sebagai sumber dana penyaluran KPR baru sekaligus menjaga rasio kecukupan modal. Diharapkan dengan transaksi sekuritisasi ini akan memberikan peluang yang cukup besar bagi Bank BTN dalam mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat menengah ke bawah, sekaligus dalam rangka mendukung program sejuta rumah yang menjadi program pemerintah saat ini, tegas Iman menambahkan.

EBA-SP SMF-BTN 02 yang dicatatkan di bursa efek tersebut bernilai total Rp 1 triliun dengan masing-masing dibagi dalam dua seri. EBA seri A1 senilai Rp 400  miliar dengan jangka waktu 2 tahun. Kemudian EBA seri A2 senilai  Rp.513 miliar dengan jangka waktu 5 tahun. Kemudian EBA seri B senilai Rp 87 miliar. Suku bunga masing-masing ditetapkan untuk Seri A1 suku bunga 8,15% dan Seri A2 suku bunga 8,75%. EBA-SP seri A ini mendapatkan rating id AAA.

Rumah merupakan kebutuhan pokok. Kebutuhan rumah akan selalu meningkat bersamaan dengan bertambahnya penduduk. Saat ini penduduk Indonesia mencapai 257 juta jiwa, dengan pertumbuhan penduduk 1,49 persen per tahun. Dengan proyeksi ini kenaikan kebutuhan rumah mencapai 800 ribu unit per tahun.

Iman menyambut positif atas prakarsa SMF dalam mendukung pembiayaan perumahan bagi masyarakat menengah bawah melalui pola sekuritasi aset. Program sejuta rumah bukan menjadi tugas yang harus dipikul oleh Bank BTN. Ini menjadi tugas bersama karena ini merupakan program pemerintah. Semua pihak terkait dengan program ini diharapkan peran sertanya.

“Oleh karena itu kami memberikan apresiasi kepada SMF yang selama ini telah berperan aktif mendukung bisnis pembiayaan Bank BTN,” ujarnya.  (Iwan)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.