Rabu, 20 Oktober 21

Bangladesh Peringatkan Myanmar dan Panggil Dubes

Bangladesh Peringatkan Myanmar dan Panggil Dubes
* Helikopter Militer Myanmar. (ParsToday)

Pemerintah Dhaka memperingatkan pemerintah Myanmar karena melanggar zona udara Bangladesh.

AFP melaporkan, Departemen Luar Negeri Bangladesh Jumat (15/9), saat memprotes pelanggaran zona udara negara ini oleh Myanmar, memanggil kuasa usaha kedubes Myanmar di Dhaka dan memperingatkan dampak dari pelanggaran tersebut.

Menurut sumber ini, helikopter dan drone militer Myanmar selama beberapa hari terakhir berulang kali melanggar zona udara Bangladesh.

Ini untuk ketiga kalinya selama kurang dari tiga pekan, Dhaka memanggil perwakilan Myanmar di Bangladesh.

Baru-baru ini, arus pengungsian terpaksa sekitar 400 ribu Muslim Rohingya ke Bangladesh karena serangan dan kekerasan militer Myanmar serta ekstrimis Budha membuat hubungan kedua negara renggang.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sejak 25 Agustus hingga kini, kekerasan militer Myanmar dan ekstrimis Budha terhadap Muslim Rohingya meningkat drastis. Sekitar 400 ribu warga minoritas Muslim Rohingya terpaksa mengungsi ke Bangladesh untuk melindungi nyawa mereka.

Lebih dari enam ribu Muslim Rohingya tewas dan delapan ribu lainnya terluka akibat aksi kekerasan ini.

Demo Dukung Muslim Rohingya. (ParsToday)

Indonesia Demo Myanmar
Ribuan warga Indonesia menggelar demonstrasi di Jakarta mengutuk penumpasan Muslim Rohingya.

IRIB News Sabtu (16/9) melaporkan, ribuan warga Indonesia menggelar aksi demo di jalan-jalan kota Jakarta mendukung Muslim Rohingya dan menyuarakan penentangan mereka atas aksi penumpasan saudara mereka di Rakhine.

Menurut sumber ini, warga Indonesia di aksinya juga menuntut diakhirinya kekerasan dan penyiksaan terhadap Muslim Rohingya.

Sementara itu, Antara News melaporkan, aksi 169 Bela Rohingya merupakan bentuk kepedulian Indonesia terhadap krisis kemanusian yang terjadi di Rakhine, Myanmar.

Sandy, salah satu peserta aksi yang ditemui di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Sabtu mengatakan aksi yang ia ikuti kali ini bertujuan memperlihatkan kepada dunia bahwa rakyat Indonesia peduli.

“Tujuan dari aksi kami ini adalah agar dunia tahu Indonesia itu peduli dan berharap agar warga dunia, terutama muslim tergerak juga hatinya untuk membantu saudara-saudara kita,” katanya.

Dia mengatakan selain mengirim doa, aksi solidaritas tersebut juga menggalang dana yang akan dikirimkan sebagai bantuan kemanusiaan.

Hal senada juga disampaikan Mujtahidin yang mengaku mengikuti aksi tersebut baru pertama kalinya karena gerakan hati untuk membantu saudara-saudara Muslim Rohingya yang tengah mengalami ketidakadilan.

“Saya sangat prihatin terhadap apa yang terjadi di Rakhine State Myanmar, apa yang dilakukan sudah di luar batas kemanusiaan, bayi-bayi, perempuan menjadi korban,” katanya.

Mujtahidin berharap Pemerintah Indonesia lebih serius dalam membantu krisis kemanusiaan tersebut, juga kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa agar dapat mengambil aksi nyata.

“Agar pembantaian segera dihentikan karena ini bukan soal isu keagamaan, tapi kemanusiaan,” kata pria asal Kebayoran Baru itu.

Seorang ibu bernama Susilawati dari Jakarta Utara juga turut serta dalam aksi yang diikuti pertama kalinya.

“Yang dulu-dulu saya enggak ikut, baru kali ini ikut sebagai solidaritas sesama saudara Muslim,” katanya.

Dia berharap pemerintah bisa lebih membantu baik dalam pengiriman bantuan, maupun dalam dialog kenegaraan dengan pemimpin Myanmar.

Aksi kali ini dilakukan pada akhir pekan agar masyarakat bisa leluasa mengikuti, tidak seperti aksi sebelumnya yang bersamaan dengan hari kerja.

Ratusan peserta aksi rata-rata datang dari Jabodetabek dengan satu tujuan, yaitu membela Rohingya.

Sejauh ini, aksi masih terpantau tertiba, peserta juga mengumpulkan sampah, sehingga tidak berserakan.

Menurut laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sejak 25 Agustus hingga kini, kekerasan militer Myanmar dan ekstrimis Budha terhadap Muslim Rohingya meningkat drastis. Sekitar 400 ribu warga minoritas Muslim Rohingya terpaksa mengungsi ke Bangladesh untuk melindungi nyawa mereka.

Lebih dari enam ribu Muslim Rohingya tewas dan delapan ribu lainnya terluka akibat aksi kekerasan ini. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.