Rabu, 27 Oktober 21

Bangladesh Desak PBB Buka Zona Aman Muslim Rohingya

Bangladesh Desak PBB Buka Zona Aman Muslim Rohingya
* Sheikh Hasina Wazed. (ParsToday)

Pemerintah Bangladesh mendesak Perserikatan Bangsa-bangsa, PBB untuk membuka zona aman di bawah pengawasan organisasi dunia itu di Myanmar guna menjamin keamanan Muslimin Rohingya.

Sheikh Hasina Wazed, Perdana Menteri Bangladesh di sela sidang Majelis Umum PBB menegaskan, pemerintah Myanmar harus menghentikan kekerasan terhadap Muslimin Rohingya dan pembersihan etnis di negara bagian Rakhine, tanpa syarat apapun. Ia juga mendesak PBB untuk mengambil langkah segera guna mengakhiri krisis pengungsi Muslim Rohingya.

PM Bangladesh meminta Sekjen PBB agar segera mengirim tim investigasi ke Myanmar sehingga seluruh warga sipil dari semua agama dan etnis di negara itu, berada dalam perlindungan penuh dari ancaman serangan ekstremis Buddha.

Sheikh Hasina juga menekankan urgensi kembalinya para pengungsi Muslim Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar, dan mendesak PBB untuk membuka zona aman di bawah pengawasan langsung organisasi internasional itu di Myanmar. PBB sebelumnya mengumumkan, jumlah pengungsi Muslim Rohingya yang lari ke Bangladesh akibat kekerasan di Myanmar, lebih dari 400 ribu orang.

Statemen PM Bangladesh di sela sidang Majelis Umum PBB terkait krisis kemanusiaan di negara bagian Rakhine, Myanmar menunjukkan kekhawatiran serius di level regional dan internasional atas kondisi mengenaskan Muslimin Myanmar yang menjadi sasaran kejahatan bengis militer dan kelompok Buddha ekstrem negara itu.

Desakan Sheikh Hasina kepada PBB untuk membuka zona aman di Myanmar dengan maksud untuk melindungi keselamatan jiwa Muslimin Rohingya, muncul karena pembunuhan massal terhadap Muslimin negara itu terus terjadi. Di sisi lain, hingga kini, PBB dan Dewan Keamanan belum mengambil langkah efektif apapun untuk menghentikan genosida dan pembersihan etnis di Rakhine.

Dibukanya zona aman di Myanmar dilakukan untuk merealisasikan proses pemindahan dan pemulangan Muslimin Rohingya ke Rakhine. Langkah ini dapat mempercepat proses evakuasi Muslimin Rohingya dari wilayah-wilayah berbahaya ke lokasi aman.

Saat ini, Muslimin Myanmar yang menyelamatkan diri dari kejahatan kemanusiaan terhadap dirinya dengan melarikan diri ke Bangladesh, harus berhadapan dengan berbagai kesulitan hidup mulai dari tidak adanya akses transportasi hingga ketidakjelasan nasib di perbatasan Bangladesh.

Oleh karena itu, jika PBB bisa membuka zona aman di Myanmar bagi Muslimin Rohingya, maka lembaga internasional itu dapat membantu meringankan penderitaan Muslimin karena tidak lagi hidup dalam ketidakpastian di perbatasan dan hidup di zona aman yang dijaga PBB. Lebih dari itu, bantuan kemanusiaan internasional akan lebih terjamin sampai ke tangan Muslimin Rohingya jika mereka tinggal di zona aman.

Poin penting lain yang disampaikan Sheikh Hasina adalah pengiriman tim investigasi PBB ke Myanmar. Hal ini dinilai dapat berpengaruh efektif dalam perubahan situasi di negara bagian Rakhine.

Sebagian kalangan berpendapat, PBB dan Dewan Keamanan harus menggunakan alat-alat pencegahannya untuk memaksa pemerintah Myanmar menghentikan kekerasan dan pembunuhan terhadap Muslimin Rohingya. Setelah itu, diharapkan akan terbuka kesempatan pemulangan pengungsi Rohingya ke negara mereka.

Penjatuhan sanksi oleh Dewan Keamanan PBB adalah salah satu langkah yang dapat memaksa pemerintah Myanmar menghentikan pembunuhan Muslimin Rohingya di Rakhine. Meski banyak pengamat meragukan peran efektif PBB dan Dewan Keamanan dalam mengatasi krisis kemanusiaan di Myanmar, karena diamnya kekuatan-kekuatan besar dunia termasuk Amerika Serikat dan lampu hijau yang diberikannya untuk melakukan genosida terhadap Muslimin di Myanmar. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.