Senin, 25 Oktober 21

Bandung Teknopolis Dibangun, Wali Kota Atasi Keluhan Warga

Bandung Teknopolis Dibangun, Wali Kota Atasi Keluhan Warga

Bandung,  Obsessionnews – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meminta pengertian warga atas pembangunan kawasan Bandung Teknopolis di Bandung Timur.

Hal itu terungkap saat tindak lanjut pertemuan dengan Warga Cluster Cemara Komplek Adipura Kelurahan Rancabolang Kecamatan Gedebage Kota Bandung, Senin malam (22/2). Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah warga bertempat di Aula Kecamatan, untuk membahas solusi pembangunan Flyover.

Selain Walikota, hadir pula Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Maryun W, Kepala DBMP Iskandar Zulkarnaen, Camat Gedebage Bambang Sukardi, Perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum Indra, dan Kepala Bagian Pemerintahan Umum Andi Darusman.

Mengawali pertemuan Indra mengatakan pembangunan Pintu Tol 149 sangat diperlukan sehubungan dengan berkembangnya Kota Bandung dan penuhnya akses ke Bandung Timur. “Pembangunan pintu Tol ini sangat diperlukan karena akses jalan Buah Batu sudah sangat penuh karena Bandung sudah berkembang,” paparnya.

Sehubungan dengan keluhan warga Indra mengatakan saat ini desain yang dipakai adalah telah dirubah dengan yang tadinya tinggi 5,2 meter akan diberikan alternatif dengan tinggi konstruksi yang ditampung dari aspirasi warga yaitu direndahkan menjadi 2,5 meter.

“Dari 5,2 meter tingginya akan diturunkan menjadi 2,5 meter dan akan ada beberapa akses yang bisa menyambung ke Cluster Cemara dan  diberikan jalan akses dari samping Kecamatan untuk kendaraan yang agak rendah,” kata Indra.

Untuk akses, Indra mengatakan pihak KemenPU akan ada akses tambahan yang  menginterkoneksikan Komplek Bumi Adupura lainnya. “Dari Cimencrang nantinya akan ada akses yang menghubungkan Bumi Adipura 3 sampai 7 sehingga akan banyak akses,” paparnya.

Bandung Teknopolis2

Sementara Walikota Bandung M Ridwan Kamil mengharapkan adanya pengertian dari warga sehubungan dengan adanya pembangunan pintu Tol 149 ini,  karena ini demi Kebaikan warga juga.

“Kenapa Gedebage menjadi pusat pengembangan karena dari jaman dulu Bandung didesain untuk 300 ribu orang atau sekitar 2 kecamatan sedangkan sekarang sudah menjadi 2,3 juta jiwa dan dari jaman dahulu juga Bandung hanya memiliki 1 pusat Kota yaitu Alun-alun Bandung,” tegas Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Menurutnya, untuk menyelamatkan Kota Bandung harus ada kota ke 2  dan setelah di teliti selama 20 Tahun pusat kota yang cocok adalah di daerah Bandung timur.

“Ini sudah diteliti 20 tahun lalu dan diberi nama Pusat Pertumbuhan Primer Bandung Timur Gedebage (PPPBTG) Jadi Teknopolis itu bukan Summarecon tapi PPPBTG, ” tegasnya.

Lebih Lanjut Emil  menjelaskan nanti akan ada Syster City antar Teknopolis dengan batas Sukarno Hatta dan tol, sehingga akses semuanya akan terkoneksi dengan baik dan ini sudah pasti akan meningkatkan tarap perekonomian Bandung Timur.

“Apabila nantinya berdiri Teknopolis ini akan menciptakan 400.000 lapangan pekerjaan, selain itu  pusat Pemerintahan Kota Bandung dan Balai Kota serta Kantor Dinas akan pindah kesini di belakang Polda Jabar,  sehingga akan mempermudah pengurusan hal pemerintahan di Bandung Timur, ” papar Emil.

Untuk mengatasi masalah banjir Emil mengatakan harus ada danau raksasa yang  dapat menampung curahan air hujan. “Nanti ada danau yang dibangun  pihak Provinsi Jawa Barat dan Summarecon dengan mesjid besar diatas danau tersebut,  seluruhnya  ada 2 danau buatan yang dibangun, ” jelasnya.

Untuk sarana transportasi Emil mengatakan  ada stasion yang menyambung ke kereta cepat yang dapat menempuh Bandung – Jakarta hanya dalam 30 menit.

“Nantinya Stasion yang dibangun di daerah Bandung Timur akan terkoneksi dengan Stasiun Kereta Cepat Bandung Jakarta sehingga akses dan pertumbuhan perekonomian akan sangat cepat berkembang,” paparnya.

Berkaitan dengan akselerasi pembangunan Pintu Tol 149, agar Kota Bandung tidak macet karena Wisatawan dan juga sebagai persiapan mejelang PON di Jawa Barat.

“Agar tidak macet Kota Bandung harus memiliki ringroad dan lahirlah pintu tol 149,  ini rencana lama yang dipercepat sehubungan dengan adanya PON di GBLA dan tidak mengganggu warga.

Menjawab keluhan Warga Wali Kota Bandung yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan dirinya akan menerima semua keluhan dan tidak ada pilih kasih.

“Semua keluhan akan diambil dan akan diberikan solusi yang tidak merugikan, semuanya tetap akan mendapatkan solusi meskipun tidak sepenuhnya sesuai keinginan tetapi saya harap bisa mengerti karena ini untuk manfaat bersama nantinya, ” tegas Emil.

Bandung Teknopolis3

Terkait keluhan akses, Emil menegaskan kembali  tidak akan ada perubahan dari yang sudah ada sebelumnya, jadi tidak ada akses yang di pindah dan terganggu.

“Dari pihak Kemen PU sudah komitmen jalan yang naik terlalu tinggi sampai 5,2 meter akan diturunkan menjadi 2,5 meter bagi mobil yang rendah, dengan akses dari Kecamatan sedangkan untuk kendaraan besar akan masuk dari gerbang Summarecon,” tegasnya.

Untuk masalah drainase yang dijanjikan, Emil menjelaskan pihak KemenPU sudah berjanji dan membuat komitmen. “KemenPU akan melaksanakan proses Drainase dalam 7 hari kedepan berbarengan dengan pengerjaan jalan, sehingga warga bisa melihat sendiri nantinya saat pengerjaan,” jelasnya.

Sehubungan dengan dampak-dampak pembangunan yang mengganggu,  Walikota Bandung M.  Ridwan Kamil mengatakan apabila terjadi hal-hal yang mengakibatkan kerugian atau kerusakan terhadap lingkungan warga , ia berharap warga membuat pernyataan yang nantinya akan dipertanggungjawabkan oleh pengembang.

” Semua untuk kebaikan warga sendiri dan memang sudah direncanakan dari dulu, apabila ada kerusakan atau hal hal yang perlu difasilitasi diharapkan warga dapat membuat pernyataan, sehingga apabila ada hal yang harus dikompensasi sesuai aturan bisa dipertanggungjawabkan oleh pengemban, “tegasnya.

Mengakhiri pertemuan Emil kembali mengingatkan pada warga  dirinya tidak mengharapkan ada yang dirugikan, semua akan di berikan solusi yang mufakat.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Bandung Minta maaf apabila ada yg tidak nyaman,  apabila ada yang rusak buat surat pernyataan agar pihak developer akan mengganti dan bertanggung jawab, saya harap kita bisa mendukung  apa yang nantinya sangat bermanfaat bagi kita dan anak cucu kita, ” pungkasnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.