Kamis, 9 Desember 21

Bandung Tambah Rumah Sakit, Bebaskan Tanah 150 Miliar

Bandung Tambah Rumah Sakit, Bebaskan Tanah 150 Miliar
* Sofyanudin Syarif

Bandung, Obsessionnews – Kota Bandung akan tambah Rumah Sakit, dana Rp150 miliar sudah  disiapkan untuk pembebasan lahan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kota Bandung. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, Sofyanudin Syarif, Senin (6/4/2015).

Menurut Sofyanudin, keberadaan RSUD Ujungberung yang dimiliki Pemerintah Kota Bandung dirasakan tidak memadai dibanding jumlah penduduk kota Bandung yang mencapai 3 juta jiwa. “Bahkan pasien ke RSUD Ujunbgerung Bandung Timur itu tidak hanya datang dari kota Bandung, mereka datang juga dari Garut, Sumedang dan daerah lainnya,” ucap Sofyan.

Menyinggung masalah RSUD  yang akan dibangun Sofyan menjelaskan, saat ini baru direncanakan pembebasan lahan dan kemungkinan di kawasan Bandung Timur yang masih banyak lahan kosong. Nilai Rp150 milyar tersebut untuk pembebasan lahan seluas 7 hektar, sehingga ganti rugi lahan ke masyarakat tidak terjadi penyelewengan dan masyarakat tidak dirugikan. Menurutnya, pembangunan RSUD kota Bandung dijadwalkan tahun ini dan dioperasikan pada tahun 2018.

Diambil dari laman Unpas disebutkan tentang Perencanaan Implementasi Strategik yang Efektif Dalam Pencapaian Target di RSUD di kota Bandung Harry Hardiawan Soekasno disebutkan Implementasi strategik yang efektif dalam pencapaian target rumah sakit menjadi satu hal yang penting dan strategik dalam upaya pencapaian visi dan misi rumah sakit yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (Renstra) rumah sakit.

Menurut Harry, setiap Formulasi Strategik harus dimantapkan tahapan implementasi strategiknya agar berjalan dengan efektif untuk pencapaian target. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis rancangan implementasi strategik, pencapaian target serta faktor-faktor yang menghambat pencapaian target di RSUD Kota Bandung.

Dijelaskannya, penelitian ini bersifat kualitatif dengan melakukan kajian dan analisis terhadap data Primer dan Sekunder yang berkaitan dengan implementasi strategik di RSUD Kota Bandung. Fokus penelitian lebih difokuskan pada implementasi Rencana Program dan Anggaran RSUD Kota Bandung Tahun 2013 lalu serta Standar Operating Prosedure (SOP).

Setelah dikaji dan dianalisis dapat disimpulkan bahwa implementasi Rencana Program dan Anggaran RSUD Kota Bandung Tahun 2013 menitikberatkan pada lima program utama yaitu Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, Program Peningkatan Sumber Daya Aparatur, Program Obat dan Perbekalan Kesehatan, Program Upaya Kesehatan Masyarakat dan Program Peningkatan Sarana dan Pra Sarana Rumah Sakit.

Desain-Rumah-Sakit-Type-B-Modern-dan-Mewah

Menurutnya, pencapaian target disesuaikan dengan acuan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit (SPMRS). Harry menandaskan berdasarkan hasil analisis jenis layanan baru (Hemodialisa, Medical Check up, CT Scan, NICU, Fluroscopy) dan rawat inap VIP target pencapaian berkisar antara 20 % – 60 % dan kepuasan pelanggan masih berkisar 70 % – 80 %.

Faktor-faktor penghambat pencapaian target menurut Harry meliputi  terbatasnya sarana dan pra sarana pelayanan medik dan farmasi, terbatasnya dokter spesialis, budaya kerja pegawai belum profesional entrepreneur dan lambatnya regulasi Pemerintah Kota Bandung dalam payung hukum operasional Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) .

Perancangan Implementasi Strategik yang efektif diprioritaskan pada pencapaian Target Kinerja dan Indikator Program didukung dengan anggaran yang memadai serta SOP yang jelas, tegas dan dinamis sesuai dengan Standar Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.