Jumat, 24 September 21

Bandung Ngetop, Kang Emil Dapat Penghargaan FPCI

Bandung Ngetop, Kang Emil Dapat Penghargaan FPCI

Jakarta, Obsessionnews – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menerima penghargaan sekaligus menjadi pembicara pada Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Annual Conference 2015.

Disaksikan Menteri Luar Negeri RI, Retno LP Marsudi, penghargaan diserahkan oleh pendiri FPCI Dino Patti Djalal, Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik Dewi Fortuna Anwar dan diplomat senior Hazairin Pohan, di Conference Room Grand Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Sabtu (13/06/2015).

Dengan penghargaan bertajuk “FPCI Intermestic Award for his Vision and inovative leadership in bringing Bandung to the world and bringing world to Bandung” Ridwan Kamil dinilai telah berhasil menerapkan kepemimpinan yang inovatif, juga atas visinya membawa Indonesia khususnya Kota Bandung lebih dikenal di mata Internasional.

“Alhamdulillah hari ini mendapatkan penghargaan karena peran Bandung di penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika cukup signifikan, juga lobi-lobi kami sebagai walikota ke internasional untuk membantu percepatan pembangunan Bandung dengan hubungan internasional sekaligus mempromosikan Indonesia lewat Bandung ke maata dunia,” ucap Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

FPCI2

Kang Emil mengajak jejaknya diikuti walikota-walikota lainnya sehingga Indonesia mempunyai nama yang lebih baik di mata Internasional, “Mudah-mudahan ini juga diikuti walikota lainnya dan Indonesia bisa lebih hebat lagi,”

Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) adalah suatu organisasi nirlaba dan non-politis yang bergerak di bidang hubungan internasional, dan terbuka untuk semua kalangan, didirikan oleh Dino Patti Djalal, Dewi Fortuna Anwar, Wisnu Wardana (Ketua ABAC), Peter Gonta (Kadin, Dubes RI di Polandia), John Riady (UPH), Sandiaga Uno (mantan Ketua HIPMI).

Melalui jaringan dan akses yang dimiliki para pendirinya, FPCI mempertemukan berbagai kalangan yang bergerak dalam bidang hubungan internasional: pejabat Pemerintah termasuk Kementerian Luar Negeri, korps diplomatik di Indonesia, lembaga internasional, thinktank, perusahaan nasional dan internasional, wartawan, universitas, mahasiswa dan pelajar.

FPCI3

“Sebagai walikota saya mempunyai batas waktu, saya mempunyai keinginan kuat membawa Kota Bandung lebih baik tapi untuk mewujudkan harganya sangat mahal, dengan pengalaman saya bergelut di dunia ekonomi global saya harus memastikan semua bisa terkoneksi, saya sebagai walikota tidak bisa jaga warung menunggu perubahan itu datang tapi saya harus menjemput perubahan itu,” kata Emil.

Di hadapan sekitar 2.000 peserta komunitas internasional, bersama Ramdhan Pomato, Amh. Paul Gribson, Amh. Gurjit Singh, Wali Kota Bandung berbicara tentang diplomasi dan pembangunan kota (How Diplomacy Can Contribute To The Metropolitan Revolution). (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.