Kamis, 5 Agustus 21

Bandingkan dengan Italia, Mahfud MD: Lockdown Tak Manusiawi dan Tak Efektif

Bandingkan dengan Italia, Mahfud MD: Lockdown Tak Manusiawi dan Tak Efektif
* Menko Polhukam Mahfud MD. (Foto: Twitter Kemenkopolhukam)

Jakarta, Obsessionnews.com – Dalam mengatasi wabah corona, pemerintah Indonesia memutuskan tidak mengeluarkan kebijakan lockdown, melainkan memilih opsi jaga jarak atau social distancing, sekaligus memperbanyak tes covid-19 sec.ara masal.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM Mahfud MD mengatakan, Indonesia tidak memilih lockdown karena pilihan itu dianggap tidak manusiawi dan tidak efektif. Ia mengambil contoh lockdown yang diberlakukan di Italia yang menurut dia tidak memecahkan persoalan.

Mahfud mengatakan di Italia semenjak diterapkan lockdown, masih banyak korban yang berjatuhan karena masyarakatnya tidak disiplin. Ia menyebut hingga kemarin hampir 800 orang yang meninggal pasca lockdown.

“Sehingga lockdown itu pun di samping juga agak kurang manusiawi itu juga ternyata tidak efektif di Italia,” kata Mahfud dalam konferensi pers melalui siaran online bersama wartawan, Senin (23/3/2020).

Opsi lain kata Mahfud, ada care immunity seperti yang dilakukan di Inggris. Pada opsi ini orang-orang dibiarkan melakukan pertaruhan imunitas. Opsi ini pun, menurut dia, tidak manusiawi karena masyarakat diminta untuk mencari keselamatan sendiri-sendiri.

Karena itu, Mahfud mengatakan Indonesia memilih social distancing. “Itu yang ditempuh oleh pemerintah agar melakukan hubungan-hubungan dengan orang lain itu dihindari kalau tidak sangat penting. Kalau sangat penting, jaraknya diatur satu meter dan membersihkan diri,” ujarnya.

Dalam penanganan corona ini banyak negara yang sudah menerapkan lockdown di antaranya yakni, China, Italia, Spanyol, Prancis, Irlandia, Polandia, Belgia, Jordania, Argentina, Australia, Malaysia, Belanda, Denmark, Libanon, dan Filipina.

Dalam kamus Cambridge, lockdown adalah sebuah situasi di mana orang tidak diperbolehkan untuk masuk atau meninggalkan sebuah bangunan atau kawasan dengan bebas karena alasan sesuatu yang darurat.

Sementara itu, Profesor Hukum Kesehatan dari Washington College of Law Lindsay Wiley, seperti dikutip Vox, Selasa (3/3/2020), mengatakan, istilah lockdown atau penguncian bukan istilah teknis yang digunakan oleh pejabat kesehatan masyarakat atau pengacara.

Lockdown dapat digunakan untuk merujuk pada apa saja dari karantina suatu wilayah. Keputusan lockdown atau penguncian bisa dibuat di tingkat kota, maupun negara. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.