Rabu, 20 Oktober 21

Bamsoet: “Weleh… Weleh… Lebai Banget, Saya Mau Dilaporkan Bareskrim!”

Bamsoet: “Weleh… Weleh… Lebai Banget, Saya Mau Dilaporkan Bareskrim!”

Jakarta, Obsessionnews – Kisruh perteruan kepengurusan Partai Golkar terus berlanjut antara kubu hasil Munas Ancol yang dikomandani Agung Laksono (AL) versus kubu hasil Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie. Bahkan, kabarnya Politisi Golkar kubu ARB, Bambang Soesatyo akan dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh pihak kubu AL terkait penyobekan surat.

Surat yang dikirim Ketua Fraksi Golkar kubu AL, Agus Gumiwang Kartasasmita, dirobek-robek oleh Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI kubu ARB, Bambang Soesatyo alias Bamsoet. Surat Agus Gumiwang kepada Bamsoet itu berisi permintaan agar Bamsoet meninggalkan kantor Sekretariat Fraksi Golkar.

“Terbetik kabar siang nanti, saya akan dilaporkan ke Bareskrim terkait penyobekan surat. Weleh… weleh… Lebai banget!” ucap Bamsoet dalam pesan BBM-nya yang diterima Obsessionnews.com, Jumat (27/3/2015) pagi hari ini.

“Justru seharusnya pihak yang lebih tepat untuk melaporkan adalah saya yang hingga kini masih resmi sebagai pimpinan Fraksi Partai Golkar di DPR RI. Karena surat yang mereka kirim dengan kop surat dan stempel berlambang Fraksi Partai Golkar DPR RI itu adalah palsu dan liar serta ilegal karena tanpa ijin dari kami selaku pimpinan Fraksi PG yang masih diakui,” tandas Bamsoet.

Menurut Bamsoet, kubu Ancol beyum bias mengatasnamakan Fraksi Partai Golkar sebab secara official dan kelembagaan belum sah karena DPR sebagai lembaga tinggi negara belum mengakui mereka. “Kendati mereka telah berusaha memaksakan kehendak dalam sidang paripurna yang lalu, tapi kan kita tahu, lima pimpinan DPR tidak menggubrisnya,” jelas Anggota Komisi III DPR RI ini.

“Jadi bagi saya, justru merekalah yang telah melakukan tindak pidana atau perbuatan kriminal dengan melakukan pemalsuan kop surat dan stempel instansi negara (FPG DPR RI). Dan itu bisa saja (kalau mau), kita laporkan ke pihak berwajib karena modusnya hampir sama dengan surat mandat palsu di munas Ancol yang sekarang sedang diproses di Bareskrim Mabes Polri,” lanjut Bamsoet.

“Tapi, apakah saya akan melaporkan kubu Ancol ke Polisi? Nggaklah! Masa saya ikut-ikutan seperti anak kecil. Biarkan masyarakat yang menilai. Karena bagaimanapun ancam-mengancam itu bukanlah karakter Partai Golkar,” ujarnya pula sembari ketawa.

“Apakah saya khawatir? Tidak! Siapa takut?! Santai saja. Saya hanya merasa heran kok mereka kebakaran jenggot dan panik. Apalagi perkara surat yang katanya mereka kirim ke saya, tapi dirobek oleh ajudan,” kata Bamsoet.

Bendahara DPP Partai Golkar kubu ARB ini pun beralasan, karena kop surat berlambang fraksi DPR tersebut adalah palsu, maka tidak masalah kalau dirobek ataupun dibakar. “Kalau kop surat dan stempel nya berlambang DPP Partai Golkar itu baru masalah. Tapi karena pakai lambang Fraksi Partai Golkar DPR RI, ya itu kriminal. Karena itu jelas liar dan palsu. Saya tidak tahu mereka buat dimana pemalsuan kop surat dan Stempel Fraksi Partai Golkar tersebut,” tuturnya.

“Sekali lagi, kalau bicara soal emosi, justru pihak kamilah yang seharusnya marah besar karena ada tindakan kriminal pemalsuan. Jadi, jangan dibalik-balik!” tantang Bamsoet.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Golkar kubu AL, Yorrys Raweyai berang mengetahui surat yang dikirim Ketua Fraksi Golkar kubu AL, Agus Gumiwang Kartasasmita, dirobek-robek oleh Bamsoet. Surat tersebut berisi permintaan agar Bamsoet meninggalkan Sekretariat Fraksi Golkar.

“Saya marah! Sikap dan perkataan Bambang Soesatyo sudah tidak mencerminkan kader Golkar. Itu menunjukkan keangkuhan, kasar. Dia menyebut kami (kubu Agung) post-power syndrome. Padahal mereka (kubu Ical) yang kena post-power syndrome,” kesal Yorrys, Kamis (26/3) seperti dilansir situs berita.

Yorrys pun menilai, tindakan Bamsoet sudah kelewatan karena tidak hanya merobek-robek surat dari Agus Gumiwang, tetapi juga mengembalikan robekan-robekan surat itu lewat kurir ke DPP Golkar kubu AL yang bermarkas di Slipi, Jakarta Barat. “Itu memecah-belah Golkar. Bambang Soesatyo boleh tak suka, tapi tak boleh merobek surat. Itu sah dan berlambang Golkar,” geram Yorrys. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.