Rabu, 11 Desember 19

Bamsoet Melunak, Akbar Tanjung Persilakan Kader Lain Tantang Airlangga

Bamsoet Melunak, Akbar Tanjung Persilakan Kader Lain Tantang Airlangga
* Akbar Tanjung. (Foto: Trismasuci)

Jakarta, Obsessionnews.com – Mendekati Munas Partai Golkar pada Desember 2019, Wakorbid Pratama Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) dikabarkan melunak. Ia justru kini memberikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk maju kembali menjadi Ketua Golkar. Padahal sebelumnya Bamsoet sudah menyatakan siap menantang Airlangga.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar, Akbar Tanjung kini mempersilakan kader lain untuk tampil menjadi penantang Airlangga, agar suasana Munas Golkar menjadi lebih demokratis.

“Kalau ada yang mau jadi ketum, kalau dia (calon lain) ada yang berikan dukungan, kita biarkan dia muncul. Mereka-mereka yah telah disebut-sebut untuk caketum itu,” kata Akbar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2019).

Akbar bersyukur suasana partai Golkar kembali dingin pasca pertemuan Airlangga dan Bamsoet 27 September lalu. Namun, tetap saja Munas harus berlangsung sesuai aturan. Tidak seenaknya sendiri.

“Saya bersyukur, semangat persatuan kita utamakan ya. Tapi tak mengurangi mekanisme pemilihan ketum,” ucapnya.

“Tetap kita harus gunakan aturan yang kita pakai. Bahwa Bamsoet juga akan memberikan dukungan kepada Airlangga ya itu jadi satu hal yang jadi perhatian,” tandasnya.

Diketahui, untuk menjaga kondisi Golkar, Bamsoet memilih untuk cooling down sejenak, dan mendukung pencalonan Airlangga. Sementara Politikus senior Golkar Ridwan Hisjam dan Indra Bambang Utoyo (IBU) sudah menyatakan siap menjadi penantang Airlangga.

Ridwan sebelumnya mengatakan, dirinya siap menjadi penantang Airlangga karena dia merasa punya pengalaman memimpin Partai Golkar sejak masa genting, yakni pasca reformasi.

“Saya pernah jadi Ketua DPD Golkar Jawa Timur di era paling susah tahun 2000-2004, kantor Golkar dibakar, Golkar dituntut dibubarkan. Saat itu Bang Akbar Tanjung Ketua Umum, sehingga kalau bicara siap. Ya saya siap,” kata Ridwan usai diskusi Menyongsong Kepemimpinan Golkar Menjelang Pemilu 2024 di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu, (18/9/2019).

Anggota Komisi VII DPR RI ini berharap persaingan menjadi kandidat ketua umum partai Golkar bisa berjalan fair dan demokratis. Karena menurutnya saat ini Golkar perlu melakukan reformasi internal dengan cara konstitusional.

“Harus reformasi konstitusional, jangan melanggar aturan. Itu bisa memicu perpecahan,” ucapnya.

Selain itu pengurus harian DPP partai Golkar ini juga berharap Munas Golkar yang akan diadakan pada akhir tahun ini tidak menyisakan friksi berkepanjangan. Karena menurutnya beberapa tahun kebelakang Munas Golkar selalu meninggalkan friksi.

“Ya saya mengingatkan agar jangan sampai Munas 2019 beranak partai baru, atau mati dalam artian karir politiknya. Kemarin Munaslub mbak Titiek keluar bikin Berkarya. Jadi saya harapkan Munas 2019 tidak ada yang mati tidak ada yang keluar, semua bersatu,” ujarnya.

Menurutnya Munas Golkar 2019 ini harus ya tidak hanya diikuti oleh dua kandidat, Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo saja. Perlu nama lain agar proses demokrasi dan kaderisasi di internal partai berjalan, apalagi menurutnya Golkar mempunyai kader kader potensial untuk memimpin partai berlambang pohon beringin ini kedepan.

“Di Munas sebelumnya jaman Novanto kan delapan calon, cuma yang masuk putaran dua, ada dua orang. Akom dan Setnov, tapi kan secara karir politik keduanya mati jadi harusnya sekarang banyak kader kader dimunculkan sebagai caketum,” tuturnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.