Kamis, 29 Oktober 20

Bambang Soesatyo: Teroris Marah pada DPR

Bambang Soesatyo: Teroris Marah pada DPR
* Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua DPR Bambang Soesatyo melihat ada kecenderungan teroris marah pada DPR usai UU Terorisme disahkan. Menyusul adanya berbagai ancaman dari pelaku teror untuk meledakkan bom di DPR yang terungkap belakangan ini.

“Sel-sel teroris di dalam negeri marah karena Polri menugaskan Densus 88 Anti-Teror menggelar sejumlah operasi. Pola serangan acak yang sama kemungkinan besar akan dilancarkan sel-sel teroris di dalam negeri sebagai pelampiasan kemarahan mereka terhadap DPR maupun DPRD,” ujar Bambang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/6/2018).

Untuk itu Bambang meminta pengamanan Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, ditingkatkan untuk mencegah serangan teroris.
“Mekanisme pengamanan gedung DPR harus segera diperbaiki. Bahkan, kalau perlu diperketat. Begitu juga pengamanan terhadap gedung-gedung DPRD pada sejumlah provinsi atau kabupaten yang diketahui menjadi area pemukiman jaringan atau sel-sel teroris,” katanya.

Menurut dia, gejala kemarahan sel-sel teroris terhadap DPR sudah terbaca pada kasus rencana serangan bom oleh tiga terduga teroris yang ditangkap di Gedung Gelanggang Mahasiswa FISIP, Universitas Riau, Sabtu (2/6/2018) pekan lalu.

Tiga terduga teroris itu sudah menyiapkan empat bom aktif berdaya ledak tinggi, yang rencananya diledakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, dan Gedung DPRD Riau. Ia menduga Undang-undang Antiterorisme membuat marah sel-sel teroris yang selama ini tidur sebab undang-undang tersebut mempersempit ruang gerak mereka.

“Rekomendasi tentang peningkatan pengamanan gedung DPR dan DPRD ini perlu dipertimbangkan karena belajar dari pengalaman Polri. Beberapa tahun belakangan ini, institusi dan prajurit Polri menjadi target serangan teroris,” jelas politisi Partai Golkar ini. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.