Jumat, 7 Oktober 22

Bambang Sebut KPK Tak Perlu Panggil Surya Paloh

Bambang Sebut KPK Tak Perlu Panggil Surya Paloh

‎Jakarta, Obsessionnews – Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak perlu memanggil Ketua Umum Partai Nasdem Suryo Paloh guna dimintai keterangan terkait kasus suap di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan yang menyeret Gubernur Sumatera Utara Gatot.

Menurut Bambang, KPK cukup melihat fakta-fakta dari keterangan para saksi apakah ada yang mengatakan keterlibatan petinggi Nasdem untuk membantu menghentikan kasus penyalahgunaan dana Bansos oleh Pemerintah Sumut di Kejaksaan.

‎”Nggak perlu. Liat fakta-faktanya aja. Adakah yang dikatakan tadi penghentian di Kejaksaan atau ada unsur permainan. Betul ngak ada fakta-fakta yang membuat Gatot tidak terjerat. Justru kalau misalnya dibebaskan ada permainan,” ujar Bambang di DPR, Jumat (2/10/2015).

Politisi Partai Golkar ini menuturkan, pemanggilan saksi itu harus terkait dengan kasus yang tengah diselidiki KPK. Jangan sampai KPK tidak mengunakan prosedur dan mekanisme hukum yang benar. Sebab, jika tidak. hal itu bisa disebut sebagai kriminalisasi penegakan hukum.

“Saya setuju pimpinan KPK bilang belum dibutuhkan, tapi mengapa dipaksa-paksa,” tuturnya.

Untuk itu, Bambang tidak berani mengambil kesimpulan bahwa penanganan kasus Bansos di Medan serat dibalut dengan campur tangan politik dari Partai Nasdem. ‎Faktanya, saat ini KPK berhasil membuktikan ada pihak yang menyuap dan disuap dalam kasus tersebut dengan dua alat bukti.

Selebihnya, Bambang berharap KPK bisa bekerja secara obyektif, independen, tanpa ada tekanan dari pihak manapun. ‎”KPK dalam setiap kasus harus menuntaskan. Kalau ada orang suap pasti ada yang menyuap. Menyuap pasti ada rangkaiannya. Terkait penegakan hukum atau penyelenggara semua harus dituntaskan,” jelasnya.

Sebelumnya, ‎Surya Paloh mengakui dirinya pernah mengadakan pertemuan dengan Gubernur Sumatera Utara, yang sekarang nonaktif, Gatot Pujo Nugroho. Namun, ia menegaskan pertemuan itu bukan untuk membahas soal permintaan bantuan penanganan perkara kasus Bansos.

Pertemuan antara antara Gatot dan Wakil Gubernur Tengku Erry dengan Surya Paloh diiniasiasi oleh pengacara OC Kaligis yang juga menjabat sebagai Ketua Mahkamah Partai Nasdem. ‎”Untuk menerima saudara Gatot, saya tanya apa yang anda inginkan,” kata Paloh bercerita, di Lapangan Banteng Kamis (1/10).

OC Kaligis kata Paloh kemudian menyatakan, pertemuan dilakukan sekadar meminta nasihat kepada dirinya, untuk mendamaikan perselisihan antara Tengku Erry dan Gatot. Erry sendiri kebetulan adalah kader Nasdem. ‎”Gatot dan Erry saya anggap sebagai adik. Saya kira wajar pertemuan seperti itu,” kata Paloh.

Akhirnya empat orang tersebut bertemu di Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, sekitar sebulan lalu. Ditegaskan Paloh, dirinya hanya memberikan nasehat agar kedua pemimpin Sumatera Utara itu kembali akur, agar pemerintahan bisa berjalan dengan baik.

“Adakah soal minta bantuan perkara? Kamu lihat wajah saya, satu kalimat pun (minta bantuan perkara hukum) tidak ada. Ini adalah kesaksian yang penuh malam hari ini,” tegasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.