Selasa, 19 Oktober 21

Bambang: Lebih Baik ‘Pulang Nama’ Daripada Terhina

Bambang: Lebih Baik ‘Pulang Nama’ Daripada Terhina

Jakarta, Obsessionnews – Kalau dalam TNI Kopassus memiliki motto “Lebih baik pulang nama daripada gagal dalam tugas” maka di Kepengurusan Partai Golkar hasil Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie (ARB) kini juga menerapkan slogan “Lebih baik pulang nama daripada terhina“. Artinya, lebih baik mati terhormat ketimbang hidup terhina, atau berani mati membela kebenaran.

Kader Golkar kubu ARB pun terus mempersoalkan keputusan Kementerian Hukum dan HAM yang telah mengesahkan kepengurusan Partai Golkar versi Munas Ancol di bawah kepemimpinan Agung Laksono. Namun, Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo kubu ARB, menganggap keputusan tersebut telah membuat Golkar dalam jurang kehancuran.

Terlebih, kata dia, dengan dikeluarkannya ‎Surat Keputusan (SK) dari Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly terkait perubahan pengurus Partai Golkar, baik di tingkat DPP maupun di tingkat fraksi DPR. Bambang bersama yang lain, bersikukuh tidak akan melepas jabatanya sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar sebelum ada putusan yang memiliki kekuatan hukum tetap.

“Setapak pun kami tidak akan mundur, lebih baik pulang nama dari pada terhina. Kami akan hadapi dengan cara-cara yang baik dan benar,” ujar Bambang di Ruang Fraksi Golkar, DPR, Senin (23/3/2015).

Atas keputusan itu juga menurut Bambang, ‎Partai Golkar telah dibuat malu di depan masyarakat lantaran terus berkonflik tanpa menemui titik terang. Sikap yang dipertontonkan oleh para elit Partai Golkar telah mencerminkan aksi premanisme karena telah berbuat sewenang-wenang menabrak undang-undang parti demi kekuasaan.

“Kita miris berjamaah, sejak ada pertikaian, Golkar jadi kehilangan jati diri, karena mempertontonkan aksi premanisme,” terangnya.

Surat DPP Golkar Agung Laksono kepada Pimpinan DPR
Surat DPP Golkar Agung Laksono kepada Pimpinan DPR

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin menyayangkan sikap anggota DPR Agus Gumiwang Kartasasmita yang berani meminta kepada pimpinan DPR untuk mengesahkan susunan pengurus Fraksi Partai Golkar yang baru ‎dari kubu Agung Laksono pada sidang paripurna masa sidang ketiga di DPR Senin (23/2/2015).

‎”Kami sayangkan apa yang disampaikan teman-teman kami karena belum atau tidak saatnya menyampaikan itu ke pimpinan DPR,” ujarnya.

‎Dalam sidang tersebut, Agus membacakan surat keputusan Kemenkumham terkait pengurusa Golkar yang baru. Namun, Ade menganggap surat tersebut ilegal, dan tidak layak di bacakan pada sidang paripurna. Sebab katanya, surat tersebut belum masuk secara remsi ke DPR, dan belum dilakukan pengkajian.

Selain itu, kalaupun Menteri ‎Laoly benar-benar telah mengeluarkan SK tersebut, Ade juga menganggap surat itu tidak sah. Lantaran, Golkar masih berkonflik. Kubu Aburizal masih melanjutkan proses hukum dengan mengajukan gugatan baru ke pengadilan. Ia mengakui keputusan Mahkamah Partai bersifat final dan mengingat, tapi juga ada pasal lain yang membolehkan konflik Golkar diselesaikan di pengadilan.

“Perlu diingat Pasal 32 di Undang-Undang partai, konflik diselesaikan MP, pasal 33 diselesaikan di pengadilan negeri,” jelasnya.

Ade dan Bambang meminta kepada pimpinan DPR unt‎uk sabar menunggu keputusan final dari pengadilan. Menurutnya jangan sampai DPR dibikin malu bila ternyata dalam putusan pengadilan nantinya kubu Aburizal yang menang. “Maka saya imbau sabar, jangan perlihatkan ambisi yang terlalu, dengan memaksakan kedendak,” tandasnya.

Dalam surat yang dikeluarkan oleh DPP Partai Golkar Agung Laksono dengan Nomor B-086/GOLKAR/III/2015 disebutkan bahwa Ketua Fraksi Golkar dipimpin oleh Agus Gumiwang sebagai ketua. Fayakhun Andriadi sebagai Sekretaris dan Eni Maulani Saragih sebagai Bendahara Fraksi. Surat tersebut ditandatangani oleh Agung Laksono sebagai Ketua Umum Golkar dan Zainudin Amali sebagai Sekretaris Jenderal. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.