Jumat, 17 September 21

Bambang: Golkar ARB Melawan Kekuasaan, Bukan Melawan Jokowi

Bambang: Golkar ARB Melawan Kekuasaan, Bukan Melawan Jokowi

Jakarta, Obsessionnews – Surat Ketua Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Riau, Aburizal Bakrie (ARB) kepada Kapolri untuk melarang Agung Laksono dkk beraktivitas atas nama Partai Golkar adalah awal dari perlawanan tiada henti terhadap oknum Paratai Golkar dan oknum pemerintah dari Partai tertentu yang ingin menghancurkan Partai Golkar melalui rekayasa konflik internal.

Hal ini ditegaskan Bendahara Umum DPP Partai Golkar kubu ARB, Bambang Soesatyo yang juga Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI, melalui pesan BBM-nya kepada Obsessionews, Minggu (14/6/2015).

“Targetnya sederhana saja. oknum pemerintah yang selama ini mengintervensi Golkar harus dipaksa keluar dari gelanggang konflik internal partai, dan memberi kesempatan kepada Golkar menyelesaikan persoalannya sendiri. ARB dkk akan terus melancarkan perlawanan selama tangan-tangan kotor penguasa terus mengadu domba elit Partai Golkar,” ujar Bambang.

Menurut Bambang, isyarat perlawanan tanpa henti itu sudah dikemukakan ARB. Ibarat menabuh genderang perang, jelas dia, ARB menegaskan, “Kita harus berani main panjang untuk bicara masalah Golkar,” kata ARB di hadapan peserta Rapimnas VIII Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (13/6).

Dalam suratnya, lanjut dia, ARB meminta Polri melarang Agung Laksono dkk menjalankan aktivitas atas nama Partai Golkar, karena Pengadilan Negeri Jakarta Utarat dan PTUN sudah mengembalikan kepengurusan Golkar yang sah ke hasil Munas Riau 2009.

“Surat ARB kepada Kapolri itu menjadi semacam langkah awal dari dimulainya rangkaian perlawanan tiada henti terhadap oknum partai Golkar yang dikendalikan oleh oknum pemerintah dari partai tertentu yang ingin menghancurkan Partai Golkar,” jelas Bambang.

“Perlawanan itu tentu dengan cara-cara beradab dan bukan dengan tindakan anarkis. Kita menempuh proses hukum demi ketertiban umum,” tambahnya.

Bambang memaparkan, Rapimnas Partai Golkar juga menegaskan perlawanan itu bukan untuk mengalahkan pemerintahan Presiden Joko Widodo. “Tapi, perlawanan terhadap kesewenang-wenangan kekuasaan,” tutur Anggota Komisi III DPR RI ini.

Ia pun menegaskan, Partai Golkar yakin pada saatnya akan mampu menyelesaikan persoalannya sendiri. “Kalau sekarang keadaannya terkesan rumit, itu karena ulah oknum pemerintah yang juga petugas partai, yang diduga sedang melaksanakan misi menghancurkan Partai Golkar melalui konflik internal. Itulah yang akan kami lawan sebagai musuh bersama sampai kapan pun,” sergah Bambang. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.