Kamis, 21 Oktober 21

Bambang dan Ade Tak Mau Disebut Penghianat

Bambang dan Ade Tak Mau Disebut Penghianat

Jakarta, Obsessionnews – Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Ade Komarudin dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Bambang Seosatyo siap mengundurkan diri dari jabatanya jika Partai Golkar kubu Agung Laksono dinyatakan sah oleh Kementerian Hukum dan HAM sesuai dengan hasil keputusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Sebab ade mengatakan, dirinya bersama Bambang tidak mau disebut sebagai kader penghianat bila masih menduduki jabatan tersebut di DPR. ‎Demikian juga dengan kader Golkar yang lain. Mereka yang merasa ikut dalam barisan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie juga dianggap akan melakukan hal yang sama.

“Apabila kami tetap jadi pimpinan fraksi kami khawatir disebut penghianat,” ujarnya di DPR, Jumat (6/3/2015).

Tanggapan itu muncul, setelah ada pernyataan dari dari Partai Golkar kubu Agung, Indra J Pialang, dimana Agung akan merombak total kepengurusan Fraksi Golkar di DPR.‎ Namun, menurut Ade, Agung tidak perlu repot-repot untuk melakukan perombakan, kalau memang kubunya sudah diputuskan menang oleh pengadilan.

‎”Tidak perlu repot berhentikan kami. Kami akan sadar ikhlas. Akan undurkan diri dan menjadi anggota fraksi seperti biasa kalau dia menang,” terangnya.

Selain itu, Ade juga meminta kubu Agung untuk sabar. Karena, pihak Aburizal telah mengajukan gugatan baru ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat guna menyelesaikan konflik Golkar. Padahal sebelumnya kedua kubu sudah pernah mengajukan gugatan ke PN Jakbar‎ dan PN Jakpus. Dan hakim memutuskan penyelesaian konflik Golkar diselesaikan oleh Mahkamah Partai.

Dalam sidang putusan Mahkamah Partai Selasa (3/3/2015) empat hakim berbeda pendapat ‎hakim Andi Matalatta dan Djasri memutuskan menerima kepengurusan Golkar pimpinan Agung Laksono. Adapun Muladi dan HAS Natabaya hanya memberikan putusan rekomendasi terkait proses kasasi yang ditempuh kubu Aburizal di Mahkamah Konstitusi.

Agung yang merasa telah menang akhirnya mendaftarkan kepengurusan Golkar ke Kemenkumham. Sementara kubu Aburizal masih bersikekuh untuk mengajukan gugatan ke pengadilan. Lantaran menganggap keputusan Mahkamah Partai bukan merupakan keputusan yang final. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.