Kamis, 9 Desember 21

Balitbang KP Terjunkan 25 Peneliti Oseanografi di Laut

Balitbang KP Terjunkan 25 Peneliti Oseanografi di Laut
* Persiapan peralatan untuk para peniliti oceanografi.

Jakarta, Obsessionnews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) melakukan Ekspedisi Oseanografi Indonesia Bagian Timur dengan menerjunkan lebih dari 25 peneliti di bidang oseanografi.

Tim peneliti yang mulai berlayar dari Pelabuhan Benoa Bali pada Sabtu (27/8/2016), yang dilepas langsung oleh Kepala Balitbang KP Zulficar Mochtar ini akan mengarungi lautan dengan menggunakan kapal riset Baruna Jaya VIII hingga September 2016 mendatang.

Peneliti Oseanografi 2
Inilah para peneliti di bidang oseanografi yang akan diterjunkan untuk menghadapi fenomena musim ekstrim (muson).

Jalur ekspedisi meliputi Laut Banda, Laut Maluku, Selat Makasar dan Selat Lombok yang merupakan salah satu basin (lembah) laut dalam di perairan Indonesia bagian Timur. Dimana basin tersebut memiliki peranan penting dalam pertukaran massa air dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindia.

”Ekspedisi ini merupakan langkah untuk menghadapi fenomena perubahan iklim secara ekstrim (monsun) di tenggara yang terjadi pada Juli hingga September, pada periode itu, angin permukaan di Laut Banda, Laut Maluku, Selat Makassar dan Selat Lombok berhembus ke arah barat laut yang menyebabkan suhu permukaan air laut lebih dingin dan terjadinya upwelling,” ungkap Zulficar di Jakarta, Senin (29/8).

Peneliti Oseanografi 3
Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan (Balitbang KP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan ekspedisi Oseanografi Indonesia Bagian Timur.

Sebaliknya ia menuturkan, pada saat monsun barat (November – Maret) angin permukaan berhembus ke tenggara, suhu permukaan air laut lebih hangat dan mengurangi transpot arus lintas Indonesia (Arlindo).

Ekspedisi oseanografi Indonesia Timur ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan, yaitu kondisi perubahan iklim La Nina yang sangat berpengaruh pada transpor massa air dari Samudera Pasifik ke Hindia dan kekuatan upwelling di Laut Banda.

Peneliti Oseanografi 4
Lebih dari 25 peneliti diterjunkan untuk meneliti di bidang oseanografi.

Menurut Zulficar, pelaksanaan ekspedisi ini akan melihat kondisi lingkungan laut dan aktivitasnya meliputi pengukuran parameter fisik, kimia, dan biologi, pengamatan respon dan pengaruh kondisi perubahan iklim (La Nina) terhadap aktivitas perikanan tangkap, dan analisis fenomena laut dan memprediksi kondisi laut ke depan.

“Termasuk IUU fishing melalui validasi terhadap jenis dan keberadaan kapal menggunakan data radar dan validasi lapangan, serta identifikasi keberadaan rumpon di perairan timur Indonesia”, ungkap Zulficar. (Aprilia Rahapit/KKP)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.