Rabu, 3 Juni 20

Bali Recovery Semakin Kuat dengan Festival Gilimanuk 2019

Bali Recovery Semakin Kuat dengan Festival Gilimanuk 2019
* Salah satu kesenian yang ditampilkan di Festival Gilimanuk 2019. (Foto: Dok Kemenparekraf)

Jakarta, Obsessionnews.com Kota Bali telah memperkuat program Bali Recovery 2019 melalui Festival Gilimanuk 2019. Festival ini diselenggarakan di DTW Teluk Gilimanuk, Jembrana, Bali, pada 22-24 November 2019.

Mengusung tema ‘Light Up the Bay’ serta menghadirkan beragam atraksi budaya, Festival Gilimanuk 2019 ini menampilkan Senam Sumba, Lomba Sampan Layar, dan Kesenian Pengiring.

Dari keterangan tertulis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang diterima obsessionnewa.com pada Senin (25/11/2019), Bupati Jembrana I Putu Artha memberikan apresiasi kepada Kemenparekraf yang terus mendukung Jembrana dan Bali. Sebab, program Bali Recovery ini sangat penting untuk terus menaikan pergerakan wisatawan.

“Kami optimistis, destinasi Jembrana dengan segala potensinya kini makin dikenal oleh publik,” ujar Putu Artha.

Benar saja, tercatat pada hari pertama event ini dimulai langsung dipadati ribuan wisatawan. Mereka nampak antusias menyaksikan acara Lomba Lukis dan Penampilan Lukis oleh Komunitas Seni.

Untuk itu, kata Putu Artha, Jembrana tetap fokus membangun industri pariwisatanya. Sebab sektor unggulan ini sudah terbukti efektif untuk menggerakan perekonomian.

“Dampak positifnya sangat luar biasa. Hampir semua lini bisnis bisa menikmati value aktivitas pariwisata,” paparnya.

Festival juga menyuguhkan Tari Penyambutan Cempaka Putih yang dibawakan oleh Sanggar Kumara Widya Suara. Tarian ini menggambarkan keindahan bunga cempaka putih. Bunga tersebut jadi representasi dari kesucian, kelembutan, dan keharuman. Gerakan tarinya sangat indah.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh. Ricky Fauziyani mengatakan, program Bali Recovery sangatlah vital. Sebab muaranya pergerakan besar wisatawan, dan Jembrana menjadi destinasi unik dan menarik. Koneksinya langsung dengan Jawa Timur.

“Kehadiran Festival Gilimanuk 2019 akan memberi efek luar biasa. Apalagi, warna budaya Jembrana sangat eksotis,” ujar Ricky.

Budaya Pulau Dewata semakin kental dengan kehadiran Tari Makepung. Tarian tersebut jadi gambaran balapan kerbau. Tari Makepung menonjolkan unsur kegembiraan para petani yang mengangkut hasil panennya.

Berikutnya tampil Tari Galang Bulan dengan iringan gamelan Jegog. Tari Galang Bulan menjadi gambaran keceriaan kaum remaja Bali saat bulan purnama. Mereka mengisi malam dengan kegembiraan bersama kerabat lain. Gamelan Jegog juga mengiringi Tari Semara Ratih yang disajikan oleh Sanggar Seni Sukarya.

Dia mengungkapkan, budaya Bali memang adiluhung. Tariannya sarat makna dan nilai. Gerakan dan alur tariannya menjadi gambaran kehidupan masyarakat Bali pada umumnya. Lebih unik, Bali juga memiliki koleksi alat musik dengan alunan nadanya yang indah.

“Jegog ini menjadi kekayaan musik Bali yang luar biasa,” jelas Ricky. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.