Sabtu, 21 Mei 22

Bali Deklarasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental

Bali Deklarasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental
* I Made Mangku Pastika

Denpasar, Obsessionnews—Revolusi Mental yang dicanangkan pemerintah pusat terus menuai sambutan positif. Kali ini Gerakan Nasional Revolusi Mental dideklarasikan Pemerintah Provinsi Bali, Sabtu (2/1/2016).

Deklarasi ditandai dengan pembakaran papan bertuliskan sejumlah karakter yang dianggap jadi penghambat gerakan revolusi mental. Sejumlah karakter dimaksud antara lain selalu berpikir negatif, masa bodoh, kurang percaya diri, selalu pesimis, malas, suka menunda pekerjaan, mudah menyerah, serakah, egois/mementingkan diri sendiri, boros, tidak jujur, meremehkan mutu, anti perubahan, tidak fokus, tak memiliki komitmen, feodalistik, menghindari tanggung jawab, dan munafik.

“Pembakaran hambatan serta tantangan ini hendaknya tidak hanya seremonial. Tapi dimaknai dengan sungguh-sungguh. Untuk itu, ayo mulai gerakan revolusi mental dari diri sendiri,” ajak Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat saat ini terbelenggu oleh karakter-karakter itu. Hal inilah yang membuat perkembangan bangsa menjadi sangat lambat dan tertinggal jauh dari bangsa lainnya.

Komitmen untuk menyukseskan gerakan tersebut tertuang dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry, dan Sekda Provinsi Bali Cokorda Ngurah Pemayun selaku Koordinator Umum GNRM Provinsi Bali.

Lebih lanjut Pastika mengatakan, gerakan revolusi mental bisa dimulai oleh setiap individu dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, tepat waktu, dan berlomba-lomba untuk berbuat baik. Sementara dalam hal etos kerja, setiap individu dapat melakukan gerakan revolusi mental itu melalui kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, kerja iklas dan kerja tuntas.

Sejatinya, Bali telah jauh-jauh hari melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam gerakan ini melalui Program Bali Mandara seperti Simakrama dan Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS). Dua kegiatan tersebut bertujuan untuk membangun transparansi, partisipasi, dan respons masyarakat atas program pembangunan yang tengah dilaksanakan.

Seperti diketahui, Gerakan Nasional Revolusi Mental merupakan gerakan seluruh rakyat Indonesia bersama pemerintah untuk memperbaiki karakter bangsa menjadi Indonesia yang lebih baik. Revolusi Mental bukanlah pilihan, tetapi suatu keharusan, agar bangsa Indonesia bisa berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.