Selasa, 18 Juni 19

Balasan Kiai Ma’ruf Soal Cibiran ‘Cawapres Tua Cepat Mati’

Balasan Kiai Ma’ruf Soal Cibiran ‘Cawapres Tua Cepat Mati’
* KH Ma’ruf Amin saat hadir dalam silaturahmi dengan jemaah Thoriqoh Qoodiriyah Naqsyabandiyah di Masjid Shidiq Zarkasyi, Purworejo, Jawa Tengah. (Foto: Timses)

Purworejo, Obsessionnews.com – Calon wakil presiden KH Ma’ruf Amin angkat bicara soal cibiran tidak layak menjadi calon wakil presiden karena usianya sudah tua dan cepat mati. Ia menegaskan, kehidupan seseorang manusia ada di tangan Allah SWT, bukan diprediksi manusia.

“Lalu dibilang sebentar lagi saya mati. Lah itu urusan Allah soal tua muda (akan) mati,” kata kiai Ma’ruf saat hadir dalam silaturahmi dengan jemaah Thoriqoh Qoodiriyah Naqsyabandiyah di Masjid Shidiq Zarkasyi, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (27/3/2019).

Ia berseloroh kepada jemaah yang hadir mendengar ceramahnya lantaran isu-isu itu menyebar makin tak masuk akal. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) nonaktif itu ingin menjawab tudingan tersebut dengan candaan agar masyarakat tak mudah menelan informasi sebelum dikroscek kebenarannya.

“Kalau saya mati ya tinggal diganti wakil presidennya. Kalau Pak Jokowi mati duluan sebelum saya, ya saya yang gantikan Pak Jokowi,” kata Ma’ruf terkekeh disambut riuh tawa jemaah.

Kiai Ma’ruf juga meluruskan salah satunya rumor bahwa jika dirinya terpilih nanti akan digantikan oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurutnya, rumor itu sengaja dihembuskan tak lain untuk menggerus suara.

“Ma’ruf Amin sudah tua, katanya mau diganti Ahok. Tidak bisa, karena ada sistemnya mengganti cawapres,” tegas kiai Ma’ruf.

Kabar miring yang umumnya disebarkan di media sosial, Mustasyar PBNU itu mengaku telah mendengar bahkan sudah keterlaluan hingga membuat keluarganya tersinggung.

Ma’ruf pun meminta doa kepada jemaah yang hadir. Ia merasa banyak silaturahmi dan didoakan oleh banyak jemaah akan mendapatkan berkah.

“Saya berterima kasih karena itu silaturahim saya hari ini buat saya sangat berharga. Karena di sini banyak orang ahli zikir diantara bapak ibu berdoa,” kata dia.

Sebelumnya saat melakukan serangkaian kunjungan ke sejumlah pesantren di Kabupaten Jember pada September 2018, kiai Ma’ruf juga menjawab sejumlah pertanyaan ihwal mengapa dirinya bersedia maju sebagai cawapres mendampingi Jokowi. Ia mengakui sudah tua, tapi Jokowi tetap memilihnya. 

“Siapa yang bilang muda. Semua orang tahu saya sudah tua. Pak Jokowi juga tahu saya sudah tua. Tapi Pak Jokowi tetap memilih saya walupun saya sudah tua. Berarti Pak Jokowi nyaman didampingi oleh orang tua,” kata Ma’ruf di hadapan ulama serta para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Jember, pengurus Muslimat, pengurus fatayat hingga badan otonom NU.

Ia pun membandingkan dirinya dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang menjabat pada usia 93 tahun. “Tapi ada juga yang mengatakan Kiai Ma’ruf Amin itu sebenarnya belum tua. Masih muda dibanding Mahatir Muhammad. Kalau Mahatir Muhamad 93 tahun, nah saya baru 75 tahun,” kata dia.

Ma’ruf kemudian bercerita bagaimana pertemuannya dengan Mahathir Mohamad beberapa waktu lalu di Kuala Lumpur dan berbincang ihwal negara. “Saya berdiri di samping beliau. Dan betul, saya lebih muda dibanding Mahatir Muhamad. Karena itu, semangat muda saya tumbuh lagi meskipun sudah tua,” kata dia.

Ia jadi teringat sebuah pelajaran sewaktu Madrasah Ibtidaiyah. “Ada kisah orang tua menanam pohon. Lantas ada orang bertanya, kenapa sudah tua kok menanam pohon toh tidak akan bisa menikmati buahnya. Kemudian dijawab oleh orang tua itu, kalau dia menanam pohon bukan untuk dia, tetapi untuk generasi yang akan datang,” kata Ma’ruf bercerita. 

Begitupula, kata Ma’ruf, dirinya yang telah memetik buah dari yang ditanam kakek, ayahnya dan generasi terdahulu. Seperti perumpamaan dalam cerita itu, Ma’ruf pun mengatakan bahwa ia akan bekerja untuk para generasi milenial. 

“Saya katakan saya akan bekerja bukan untuk saya tetapi untuk generasi muda milenial,” ujarnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.