Kamis, 21 Oktober 21

Baku Hantam dengan Pasukan India, Empat Tentara China Tewas

Baku Hantam dengan Pasukan India, Empat Tentara China Tewas
* India dan China puluhan tahun berseteru di wilayah perbatasan sengketa. (Foto: Getty)

China untuk kali pertama mengungkapkan bahwa empat tentaranya tewas dalam pertikaian berdarah dengan pasukan India di perbatasan kedua negara di Himalaya Juni tahun lalu. Mereka gugur setelah memerangi “pasukan asing” yang “masuk ke perbatasan China,” ungkap media pemerintah China.

Pertikaian itu berlangsung di Bukit Galwan, di kawasan Ladakh India. Para serdadu dari kedua negara terlibat baku hantam sengit dengan menggunakan batu dan tongkat bertabur paku.

Itu merupakan pertikaian maut pertama yang berlangsung di perbatasan kedua negara dalam 45 tahun terakhir.

Sebelumnya, India mengungkapkan bahwa 20 tentaranya tewas dalam insiden tersebut, sedangkan Beijing mengakui adanya korban jiwa namun tidak langsung mengungkap jumlahnya.

Pada Jumat (19/02), media milik militer China, PLA Daily, menerbitkan nama-nama para tentaranya yang secara “heroik” mengorbankan “masa muda, darah, hingga nyawa” – yaitu Chen Hongjun, Chen Xiangrong, Xiao Siyuan and Wang Zhuoran. Mereka diberikan penghargaan anumerta.

Wang tewas setelah tenggelam saat menyeberangi sungai yang sangat dingin dalam upaya menghubungi rekan-rekannya, demikian ungkap laporan itu. Sedangkan seorang lagi, yaitu Qi Fabao sebagai komandan resimen, juga diberikan penghargaan setelah mengalami “luka parah”.

Pada Januari lalu, bentrokan antara pasukan China dan India terjadi di daerah perbatasan yang disengketakan, dengan korban luka-luka di kedua pihak, kata sejumlah media India.

Insiden terbaru terjadi di Naku La di Sikkim, kata sejumlah laporan media yang mengutip pejabat militer.

Pejabat itu mengatakan pasukan patroli China mencoba memasuki wilayah India dan dipaksa untuk mundur dari wilayah itu. Belum ada komentar langsung dari India atau China.

Wilayah Sikkim berada di antara Bhutan dan Nepal.

Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak terjadinya bentrokan yang mematikan di wilayah perbatasan lain yang disengketakan.

Setidaknya 20 tentara India tewas dalam pertempuran kecil di wilayah Ladakh pada Juni 2020. China tidak memberi komentar terkait laporan bahwa ada korban di pihaknya.

India dan China berbagi daerah perbatasan terpanjang di dunia yang disengketakan dan kedua belah pihak sama-sama mengklaim sebagian luas wilayah itu sebagai miliknya.

Sungai, danau, dan salju yang pembagiannya tidak jelas di area perbatasan sepanjang 3.440 km membuat garis perbatasan dapat bergeser, sehingga pasukan tentara di kedua sisi berhadapan di banyak titik, yang terkadang mengarah pada konfrontasi.

Sejak pertempuran yang mematikan di Ladakh tahun lalu, kedua belah pihak telah mengadakan perundingan untuk menurunkan eskalasi.

Kedua negara bisa mengalami banyak kerugian dari konflik ini, mengingat China adalah salah satu mitra dagang terbesar India.

Kedua negara hanya berperang satu kali, pada tahun 1962. Saat itu India menderita kekalahan besar. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.