Sabtu, 4 Juli 20

Bakohumas Diminta Turut Sosialisasikan Koperasi

Bakohumas Diminta Turut Sosialisasikan Koperasi
* Acara Forum Tematik Bakohumas "Peran Koperasi Dalam Inovasi Peningkatan Pemerataan Ekonomi", di Jakarta

Jakarta, Obsessionnews.com – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Agus Muharram mengatakan bila hasil pembangunan tidak diketahui dan diekspos ke masyarakat, maka tidak akan diketahui apa hasil yang sudah dikerjakan pemerintah. Bahkan, bila tidak ada ekspos, bukan tidak mungkin ada kalangan yang menganggap pemerintah tidak bekerja.

“Oleh karena itu, tugas Humas di lembaga dan kementerian yang tergabung dalam Bakohumas, yang harus melakukan ekspos atas apa yang sudah dikerjakan pemerintah dan sampai dimana hasilnya,” kata Agus dalam acara Forum Tematik Bakohumas “Peran Koperasi Dalam Inovasi Peningkatan Pemerataan Ekonomi“, di Jakarta, Selasa (5/9/2017).

Di acara yang dihadiri para Humas dari lembaga dan kementerian, Agus juga berharap agar Bakohumas bisa mensosialisasikan hasil dari program-program Kemenkop dan UKM, diantaranya mengangkat ke permukaan koperasi-koperasi berkualitas yang ada di seluruh Indonesia.

“Lewat ekspos koperasi berkualitas, maka akan mengubah persepsi buruk masyarakat terhadap koperasi. Selama ini banyak yang berpersepsi bahwa koperasi itu miskin, kumuh, dan kuno. Padahal, tak sedikit juga koperasi berkualitas yang dikelola secara manajemen moderen hingga mampu menghasilkan aset dan omzet triliunan rupiah,” papar Agus.

Agus juga mengungkapkan, kontribusi koperasi terhadap PDB Nasional mengalami peningkatan signifikan, dari 1,71 persen pada 2013 menjadi 3,99 persen pada 2016. Begitu juga dengan rasio kewirausahaan dari 1,65 menjadi 3,1 pada 2016.

“Hasil-hasil positif seperti ini seharusnya terus dikumandangkan oleh anggota Bakohumas melalui media, baik media mainstream maupun media sosial, agar masyarakat tahu dan memahami hasil program pemerintah,” tandas Agus.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bakohumas Pusat Rosalita Niken Widiastuti mengamini pernyataan Agus. Pasalnya, kata Rosalita, informasi yang banyak muncul ke tengah masyarakat justru terkait koperasi-koperasi abal-abal yang merugikan masyarakat, alias Bad News is Good News.

“Ternyata, kalau koperasi dikelola dengan baik dan benar juga kreatif, bisa menjadi besar dan mampu memberikan nilai manfaat untuk masyarakat. Koperasi-koperasi berkualitas itulah yang harus kita ekspos secara terus-menerus di tengah masyarakat,” jelas Rosalita yang juga sebagai Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo.

Forum ini juga menghadirkan empat nara sumber, diantaranya Deputi Bidang Kelembagaan Kemenkop dan UKM Meliadi Sembiring, Ketua Pengawas Koperasi Sejahtera Bersama (KSB) Iwan Setiawan, dan Wakil Ketua I Koperasi Telekomunikasi Seluler (K-Sel) Teddy Indra Permana.

Meliadi menyebutkan, koperasi harus terus digaungkan karena hanya dengan berkoperasi bisa mengurangi gap antara yang kaya dan miskin. Meliadi yakin koperasi bisa tumbuh bagus karena Indonesia memiliki potensi seperti sumber daya alam melimpah, SDM usia produktif, dan sosial budaya gotong-royong yang diusung koperasi.

“Kita sedang kembangkan jaringan usaha antar koperasi agar koperasi semakin memiliki daya saing agar lebih kompetitif,” imbuh dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.