Minggu, 29 Mei 22

Bakal Berbuntut Panjang, Polres Jaksel Sebut Kematian Freddy Akibat Penyakit Jantung dan HIV

Bakal Berbuntut Panjang, Polres Jaksel Sebut Kematian Freddy Akibat Penyakit Jantung dan HIV
* Ilustrasi tahanan. (Foto: posrakyat.com)

Jakarta, obsessionnews.comMeninggalnya tahanan kasus narkoba Polres Jakarta Selatan (Jaksel), Freddy Nicolaus Siagian (33), di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, bakal berbuntut panjang. Pasalnya, keluarga menduga meninggalnya Freddy ada kejanggalan. Untuk itu, pihak keluarga telah melapor peristiwa ini ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

”Kami sudah dengar hasil autopsi (sementara) dan dari beberapa kerabat yang melihat kejanggalan, sehingga kami menduga ada pelanggaran HAM,” kata kuasa hukum keluarga Freddy, Antonius Badar Karwahyu, Kamis (20/1/2022).

Baca juga: Menghebohkan! Polisi Tangkap Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Terkait Kasus Narkoba

Sejauh ini, Komnas HAM belum memberikan tanggapan atas laporan keluarga Freddy. Kemungkinan Komnas HAM baru akan memberi tanggapannya dalam beberapa hari ke depan dan akan dilaporkan ke Propam Mabes Polri. Hanya saja, pihak keluarga masih mempertimbangkannya lantaran masih harus mencari bukti-buktinya dahulu.

”Lapor ke Komnas HAM sudah pada Selasa, 18 Januari kemarin. Laporan secara tertulis, bukti pendukung, foto, rekaman pembicaraan yang mendukung laporan, dan saksi yang melihat kejanggalan,” tuturnya.

Baca juga: Minggu Kedua November Polda Sumsel Tangkap 51 Tersangka Kasus Narkoba, Ini Barang Buktinya

Jenazah Freddy dimakamkan di TPU Bambu Apus II, Jakarta Timur, pada Senin, 17 Januari lalu. Jenazahnya telah diautopsi di RS Polri Kramat Jati atas permintaan pihak keluarga Freddy pada penyidik Polres Jakarta Selatan lantaran keluarga melihat sejumlah luka tak wajar.

”Yang kami lihat ada (luka) di dalam punggungnya. Dari dokternya setelah otopsi, kami tanya ada luka-luka bagaimana ibu dokter, (dokter menjawab) iya betul itu ada luka-luka,” katanya.

Baca juga: Miris! Di Makassar Kasus Narkoba Libatkan Anak SD

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit menyebutkan, dari hasil pemeriksaan tim dokter di RS Polri, korban menderita penyakit jantung dan HIV. Maka itu, tak benar bila sampai korban meninggal karena adanya kejanggalan atau tindak penganiayaan.

”Kita periksa orang tahanan dan periksa CCTV, khususnya di tahanan kita, selama dia di tahanan tidak ada pemukulan,”katanya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.