Minggu, 9 Agustus 20

Bahaya yang Timbul dari Dapur

Bahaya yang Timbul dari Dapur
* Ilustrasi dapur. (Foto: Sutanto/Obsession News)

Waspadalah ketika sedang di dapur! Jangan sampai melakukan 5 hal ini di ruang dapur karena bisa berakibat fatal dan menimbulkan kematian.

Masih banyak orang yang belum mengetahui. Maka segera bagikan info ini  untuk memperingatkan sanak keluarga dan teman-teman.

1. Menuang tepung di samping kompor yang sedang menyala

Sepasang suami istri, sewaktu sedang memasak di dapur, menuang tepung terigu di samping kompor gas yang sedang menyala, bermaksud menyiapkan makanan ringan. Terjadilah ledakan yang menyebabkan suami istri tersebut mengalami luka bakar di tubuh lebih dari 50%.

Para ahli memperingatkan : tepung bertemu api yang sedang menyala, akan menimbulkan meletusnya serpihan tepung. Kekuatannya seimbang dengan daya ledak bom.

Ingatlah :

Di dapur jangan sekali-kali menuangkan tepung di dekat api menyala.

2. Menyemprot obat pembasmi serangga sewaktu memasak

Seorang ibu rumah tangga, sewaktu sedang memasak sayur, melihat seekor kecoa di atas meja kompor (bagian atas tungku), dengan segera ia mengambil obat pembasmi serangga dan langsung menyemprot ke arah kecoa tersebut. Tiba-tiba kompor gas tersebut meledak. Sekujur tubuhnya dari kepala sampai kaki, mengalami luka bakar yang sangat parah. Usaha pertolongan yang dilakukan tetap sia-sia, iapun meninggal.

Para ahli memperingatkan : obat pembasmi serangga adalah benda percikan yang mudah terbakar, akan meledak jika bertemu api yang sedang menyala.

Camkanlah :

Sewaktu hendak menyemprotkan obat pembasmi serangga, terlebih dulu harus memadamkan sumber api di dalam rumah.

3. Memanaskan telur dengan microwave

Seorang Bapak, memasukkan telur ke dalam microwave untuk dipanaskan. 2 menit kemudian telur tersebut meledak. Kedua mata Bapak itu, kelopak mata dan  bola matanya retak, iapun kehilangan penglihatan.

Para ahli menyatakan : memanaskan telur dengan microwave, bisa menyebabkan telur bagian dalam terlalu panas. Terjadilah pemuaian volume kuning telur. Sewaktu volume kuning telur telah melampaui lingkup telur itu sendiri, maka telur bisa “meledak”.

Harap diingat :

Sebaiknya jangan memanaskan telur dengan microwave. Jika terpaksa menggunakan microwave, maka terlebih dulu harus mengupas kulit telurnya. Atau diuraikan dulu dalam sebuah wadah.

4. Menaruh makanan beku yang belum dicairkan ke dalam minyak mendidih

Seorang Ibu, mengeluarkan ikan yang telah membeku dari dalam kulkas, bermaksud menggorengnya, lalu langsung menaruhnya ke dalam minyak mendidih dalam kuali, menyebabkan minyak panas tersebut “meledak”. Ibu itu mengalami luka bakar (luka kena minyak mendidih) yang sangat parah.

Para ahli memperingatkan : Jika butir es kecil bertemu dengan minyak panas, dengan cepat akan berubah menjadi gas. Percikan “ledakan makanan” yang terbang dari dalam kuali, tidak hanya akan melukai kulit, juga mudah menimbulkan kebakaran akibat terbakarnya bagian atas tungku.

Camkanlah :

Sebaiknya cairkan dulu makanan beku ke dalam air hangat, baru menaruhnya dalam minyak mendidih di kuali.

5. Meninggalkan kompor gas dalam keadaan api menyala

Seorang Ibu sewaktu sedang memasak di rumah, lalu menelpon ke samping, lupa mematikan kompor gas, akibatnya sekeluarga 3 orang mati karena keracunan gas.

Para ahli memperingatkan : Sewaktu memasak dengan kompor gas, zat cair dalam kuali bisa meluap keluar dan memadamkan sumber api, lalu menyebabkan kebocoran gas yang terus menerus, kemudian dapat mengakibatkan keracunan gas atau meledak.

Harap diingat :

Sewaktu memasak, jangan sekali-kali meninggalkan tempat memasak. Jika terpaksa harus meninggalkannya, maka harus mematikan kompor gas terlebih dulu.

Dapur adalah tempat di mana kita harus bersentuhan dengannya setiap hari. Tetapi ada 95% orang yang tidak mengetahui seluk beluk, hal-hal kecil dan sepele yang luar biasa berbahaya ini. Kalau sedikit saja kita abaikan, maka akan mengakibatkan tragedi yang jika sudah terlanjur terjadi, tidak akan dapat tertolong lagi. (*/Pustaka/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.