Rabu, 21 Oktober 20

Bahaya Menyemprotkan Disinfektan Ke Tubuh Manusia

Bahaya Menyemprotkan Disinfektan Ke Tubuh Manusia
* Dr. Endang Triyanto,S.Kep.,Ns.,M.Kep.

Purwokerto, obsessionnews.com – Di tengah pandemi global virus Corona (Covid-19) saat ini, berbagai cara dilakukan guna meminimalisir risiko penyebaran virus corona yang dapat menular antar manusia. Salah satu caranya ialah dengan menyemprotkan cairan disinfektan.

Penyemprotan cairan disinfektan tengah marak di sejumlah wilayah di Indonesia, tidak hanya oleh instansi resmi, masyarakat juga berlomba-lomba melakukannya secara mandiri, seperti di tempat ibadah, pasar, pintu gerbang perumahan, sarana transportasi, dan tempat umum lainnya, ungkap Tim Promosi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Ir.Alief Einstein,M.Hum. saat mendampingi pemaparan Dosen Jurusan Keperawatan Fakutas Ilmu-ilmu Kesehatan Unsoed Dr. Endang Triyanto,S.Kep.,Ns.,M.Kep.

Selanjutnya, Einstein mengatakan masyarakat perlu informasi mengenai bahaya yang mengintai di balik penggunaan cairan-cairan disinfektan terhadap tubuh manusia, karena hal ini bisa membahayakan.

Lalu seberapa amankah penggunaan cairan disinfektan ini bagi manusia? berikut penjelasan Dr.Endang.

Dr. Endang mengatakan, bahaya serangan virus corona masih mengancam kesehatan manusia. Virus corona ini mempunyai selubung pelindung berupa lapisan lemak.

Lapisan lemak virus dapat dirusak dengan cairan disinfektan yang mengandung alkohol dan klorin. Disinfektan hanya mampu membunuh virus corona yang berada di permukaan. Namun perlu diperhatikan disinfektan yang akan digunakan harus terstandar dan tidak kadaluwarsa. Virus yang telah masuk ke tubuh manusia, maka tidak dapat dibunuh dengan cairan disinfektan.

Penggunaan disinfektan bertujuan untuk membunuh kuman yang diduga menempel pada permukaan benda di antaranya adalah pintu gerbang, gagang pintu, HP, atau benda lain yang sering dipegang. Penyemprotan cairan disinfektan pada seluruh bagian tubuh manusia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dapat menimbulkan masalah kesehatan lain yaitu iritasi mata, iritasi selaput pada bibir, bahkan terjadi iritasi pada sebagian orang yang memiliki kulit sensitif, karena kandungan kimia berupa alkohol dan klorin. Bau yang keluar dari cairan disinfektan (gas klor) bersifat iritasi terhadap selaput lender pada mata, hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Orang yang terkena gas klor akan merasakan pedih pada mata dan hidung, bahkan terasa panas pada tenggorokan. Hal ini disebabkan pengaruh rangsangan atau iritasi terhadap selaput lender (mucus membrane). Oleh karena itu, WHO melarang cairan disinfektan ini digunakan dengan cara menyemprotkan pada tubuh.

Menurut ahli keperawatan komunitas terutama promosi kesehatan Dr.Endang menambahkan bahwa pencegahan yang tepat agar tidak tertular virus corona lebih ditekankan pada penggunaan masker ketika keluar rumah, mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir selama kurang lebih 20 detik, selalu menjaga jarak dengan orang lain sekitar 2 meter, menghindari kerumunan masa, beraktivitas di rumah, istirahat yang cukup, berolah raga, mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin C, dan selalu berfikir positif. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.