Sabtu, 4 Desember 21

Bahas Haji, Komisi III DPR RI Gelar Raker Bersama 3 Kementerian

Bahas Haji, Komisi III DPR RI Gelar Raker Bersama 3 Kementerian

Jakarta, Obsessionnews.com – Tiga kementerian melakukan rapat kerja (Raker) bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, di Komplek Parlemen Senayan, Senin (16/1/2017). Raker digelar untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun 2016.

Ketiga kementerian itu adalah Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Kementerian Kesehatan. Pada raker tersebut hadir Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenhub Sugihardjo.

Agenda raker di antaranya membahas laporan keuangan dan penyelenggaraan ibadah haji dan isu-isu terkini yang menjadi perhatian masyarakat.

“Kami akan mendengar paparan evaluasi ibadah haji pada tahun 2015 lalu, dari Kemenag, Kemenhub. Memang ini adalah tangung jawab pemerintahan. Karena memiliki kewajiban untuk melakukan pembinaan, baik dalam segi transportasi, kesehatan, akomodasi, keamanan,” ujar Ketua Komisi VII DPR Ali Tahir yang memimpin langsung raker tersebut.

Saat memberikan laporan, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji 2016 menetapkan kuota sebanyak 168.800 jamaah. Rinciannya adalah sebanyak 155.200 jamaah reguler dan sebanyak 13.600 jamaah khusus. Adapun jumlah petugas haji sebanyak 3.250.

Lukman menerangkan, secara keseluruhan pemerintah mendapatkan hal yang sangat positif perihal penerbangan pada gelombang pertama dapat mendarat di Madinah sesuai rencana. Selanjutnya untuk masalah serapan anggaran operasional haji pada tahun 2016 lalu sebanyak 98,21 persen.

Persoalan haji saat ini tengah menjadi sorotan, antara lain disebabkan adanya penambahan kuota haji bagi jamaah Indonesia dari Kerajaan Arab Saudi. Sebelumnya, Arab Saudi memotong kuota negara-negara lain karena perluasan kompleks Masjidil Haram.

Kuota haji untuk Indonesia pada tahun 2017 bertambah dari 168.800 menjadi 221.000 jamaah. Dengan demikian Indonesia mendapatkan kenaikan kuota dengan jumlah sebesar 52.200 jemaah. (Fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.