Jumat, 30 Oktober 20

Bagaimana Virus Corona Masuk Lewat Mata?

Bagaimana Virus Corona Masuk Lewat Mata?
* Penularan Covid-19 bisa lewat mata. (Foto: EVO)

Dr Tonang Dwi Ardyanto, pakar biologi molekuler dan jubir satgas Covid-19 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) di Solo, Jawa Tengah, mengatakan bahwa virus corona bisa masuk melalui mata, meskipun tingkat penularannya tidak setinggi jika melalui hidung dan mulut.

Virus SARS-Cov-2, penyebab Covid-19, membutuhkan reseptor ACE2, atau angiotensin-converting enzyme, untuk masuk ke sel-sel tubuh.

Reseptor ACE2 ini ditemukan di banyak sel dan jaringan termasuk paru-paru, hati, saluran darah, ginjal, saluran pernafasan, dan mata.

“Di mata itu sebetulnya juga ada ACE2, cuma jauh lebih sedikit daripada di nasofaring [bagian belakang rongga hidung] di hidung.

“Di mata, jumlahnya hanya sekitar 50% dibandingkan di nasofaring. Untuk menuju ke reseptor ACE2 di mata dia terhalang dulu oleh air mata sehingga [di awal pandemi] diduga [virus corona] tidak menular [melalui mata].

“Tapi ada laporan waktu itu bahwa ada orang yang terbukti positif covid-19 disertai dengan conjunctivitis atau peradangan di mata, akhirnya muncul dugaan bahwa, walaupun ditangkap oleh air mata, tapi air mata itu punya saluran [yang menghubungkan] mata ke hidung.

“Jadi virusnya terbawa dari mata ke hidung, baru dia menempel ke nasofaring tadi, jadilah terinfeksi covid-19,” jelas Dr Tonang.

Meski demikian, air mata bisa saja tidak seluruhnya membersihkan air mata kita dari virus.

Dr Tonang, yang juga bagian dari pengurus pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, mengatakan bahwa infeksi covid-19 juga bisa melalui sel-sel di mata itu sendiri.

“Fungsi air mata membersihkan mata, di ujung mata itu ada lubang yang menuju ke lubang hidung, sehingga [air mata] membawa virusnya ke hidung, tapi mata tidak ikut sakit, maka itu di awal diduga orang sakit [covid-19] karena air mata.

“Tapi dulu terjadi ada orang yang terpapar covid-19 disertai peradangan mata, itu karena virusnya saking banyaknya, sehingga air mata tidak membersihkan semua, ada yang menempel di reseptor ACE2 di mata, jadi itu menimbulkan sakit di mata,” ujarnya.

Gejala mata yang patut diwaspadai antara lain untuk conjunctivitis atau pink eye, peradangan yang membuat mata merah, gatal, berair, dan berasa tidak nyaman karena kering. (Red)

Sumber: BBC News Indonesia 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.