Selasa, 27 September 22

Aziz Syamsuddin Dinilai Mampu Bawa Golkar Banyak Kemajuan

Aziz Syamsuddin Dinilai Mampu Bawa Golkar Banyak Kemajuan
* Aziz Syamsuddin.

Jakarta, Obsessionnews – Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar yang telah berusia senja, Aburizal Bakrie, tak akan maju lagi dalam perebutan ketum di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Nusa Dua, Bali, 14-16 Mei 2016. Ia memberi kesempatan kepada para yuniornya untuk memimpin partai berlambang pohon beringin ini.

Munaslub Golkar yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Sabtu (14/5) malam diikuti delapan calon ketum (caketum), yakni Setya Novanto, Ade Komarudin, Aziz Syamsuddin, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Airlangga Hartanto, Indra Bambang Utoyo, dan Syahrul Yasin Limpo.

Di antara kedelapan caketum tersebut, Aziz caketum termuda. Dia dilahirkan di Jakarta, 31 Juli 1970. Meski paling muda, Aziz tak gentar menghadapi para seniornya. Sejumlah kalangan berharap Aziz dapat memenangkan kompetisi tersebut.

Chief Executive (CEO) Panggung Indonesia Ichwanudin Siregar mengatakan, Golkar di masa depan perlu dipimpin oleh tokoh muda modern dan inovatif. “Aziz adalah tokoh muda mumpuni yang bisa menjawab masalah ini,” kata Ichwanudin beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Aziz mempunyai gaya pendekatan anak muda, karena pernah menjadi Ketum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Sebagai partai lama dan paling berpengalaman, kata Ichwanudin, Golkar selama ini identik dengan partai orang tua.

Jika Aziz terpilih sebagai ketum, Ichwanudin optimis Aziz akan mampu membawa Golkar mengalami banyak kemajuan.

Sementara itu Aziz berobsesi menjadikan Golkar sebagai partai modern, bermartabat, demokratis, militan, dan iinovatif. Salah satu caranya adalah dengan mengubah sistem pengaderan di partai berlambang pohon beringin itu.

“Kami akan memastikan kualitas kader dengan pendidikan dan pengkaderan melalui reward and punishment secara objektif dan berkeadilan,” katanya dalam debat publik di Surabaya, Rabu (11/5).

Menurutnya, dengan reward and punishment maka kualitas kader Golkar akan terjamin. Dengan demikian Golkar tak perlu ragu lagi untuk mencalonkan kadernya sendiri sebagai kepala daerah.

Dalam pilkada serentak 2017, lanjutnya, Golkar akan mengutamakan kader sendiri untuk maju sebagai kepala daerah di kabupaten, kota, maupun provinsi.

Aziz mengawali kariernya di pentas politik pada tahun 2003 dan bergabung dengan Golkar. Pria yang berlatar belakang pengacara ini dipercaya menjadi calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR pada Pemilu 2004 dari daerah pemilihan (dapil) Lampung II, yang meliputi Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Way Kanan, dan Kabupaten Lampung Timur. Dia bersyukur karena berhasil melenggang ke Senayan, sebutan populer untuk Gedung DPR/MPR yang berlokasi di Senayan, Jakarta Pusat.

Dia ditempatkan sebagai anggota Komisi III DPR yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan.

Golkar menilai Aziz memiliki kinerja yang bagus di DPR. Oleh karena itu partai berlambang pohon beringin ini kembali mencalonkan dirinya sebagai anggota DPR pada Pemilu 2009 dari dapil Lampung II. Dan Aziz kembali lolos ke Senayan! Di periode keduanya ini Aziz dipercaya menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR.

Aziz kembali mengukir prestasi cemerlang pada Pemilu 2014, di mana dia terpilih menjadi anggota DPR dari dapil yang sama. Ia lalu dipercaya menjadi Ketua Komisi III DPR. Pada Januari 2016 terjadi pergantian pimpinan di Komisi III. Ia digantikan oleh rekan sefraksinya, Bambang Soesatyo. Aziz diberi posisi baru sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR. Sementara di Komisi III Aziz hanya menjadi anggota biasa.

Menjadi anggota DPR tiga kali secara berturut-turut bukanlah hal mudah. Apa kiat Aziz tetap dipercaya menjadi wakil rakyat? Kiatnya adalah dia dekat dengan rakyat pemilihnya (konstituen). Di masa reses Aziz aktif mengunjungi dapilnya untuk menyerap aspirasi rakyat. Bahkan ia mempunyai rumah aspirasi yang berfungsi mendekatkan dirinya dengan masyarakat.

“Saya sudah punya rumah aspirasi sejak tahun 2004 lalu,” kata Aziz yang juga Ketum Pengurus Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957.

(arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Dukungan Untuk Aziz Syamsuddin di Atas 30%

Obsesi Aziz Syamsuddin Jadikan Golkar Partai Modern

Aziz Syamsuddin Paling Menarik di Munaslub Golkar

Aziz Syamsuddin Perjuangkan Perlindungan Anak-anak

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.