Rabu, 30 September 20

Awas WA Anda Disadap! Ini Cara Atasi !!

Awas WA Anda Disadap! Ini Cara Atasi !!
* Ilustrasi WhatsApp disadap. (Foto: WTN)

Kejahatan di dunia maya, seperti pembajakan akun kerap terjadi di tengah pesatnya penggunaan media sosial dewasa ini. Target dari pembajakan tersebut pun tidak hanya akun-akun orang terkenal ataupun perusahaan besar, tapi bisa juga menimpa akun perpesanan sederhana milik perorangan, seperti WhatsApp.

Meski terkesan sepele, namun pembajakan WhatsApp bisa berdampak fatal. Mulai dari membuat pengguna kehilangan privasi karena pesan-pesan pribadi dan data pengguna bocor, hingga disalahgunakan untuk kejahatan lain dan berpotensi membuat pengguna mendapat hukuman. Selain itu, lewat pembajakan WhatsApp, orang-orang juga bisa dirugikan secara finansial.

Untuk mencegah hal-hal buruk seperti itu terjadi, penting sekali bagi pengguna WhatsApp untuk memastikan bahwa akunnya tidak disalahgunakan atau disusupi. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui apakah akun WhatsApp dibajak:

1. Akun Keluar Tiba-Tiba

Akun WhatsApp yang tiba-tiba keluar atau log out dari HP utama bisa menjadi tanda bahwa akun tengah dibajak. Itu dikarenakan akun WhatsApp tidak bisa digunakan di dua HP secara bersamaan.

Bukti pembajakan bisa menjadi semakin kuat apabila pengguna tiba-tiba mendapat SMS yang berisi informasi kode One Time Password (OTP). Kode ini biasanya dibutuhkan untuk bisa masuk atau log in ke dalam akun WhatsApp di aplikasi baru.

2. Ada Pesan Asing Terkirim

Penting sekali untuk mengecek apakah dalam daftar pesan pengguna ada pesan terkirim tanpa sepengetahuan pengguna atau bukan pengguna yang mengirimkannya.

3. Pesan Masuk Terbaca Sendiri

Aplikasi WhatsApp memiliki “tanda baca” centang dua berwarna biru. Pengguna perlu memerhatikan apakah ada pesan yang belum dibaca tetapi sudah memiliki tanda baca biru. Jika ada, maka ada kemungkinan WhatsApp pengguna disadap dari jarak jauh.

4. Pemberitahuan Online

Bila akun WhatsApp menunjukkan pengguna sedang online padahal sebenarnya sedang tidak aktif, bisa jadi WhatsApp tersebut sedang dibajak. Untuk mengetahuinya, pengguna bisa membuka kontak sendiri di HP milik orang lain apakah tengah online atau tidak.

5. WhatsApp Web Tiba-tiba Aktif

WhatsApp Web yang tiba-tiba aktif juga bisa menjadi tanda akun WhatsApp tengah disadap. Cara mengeceknya cukup mudah, pengguna hanya perlu klik ikon tiga titik di kanan atas akun WA dan kemudian pilih WhatsApp Web.

Di sana akan terlihat informasi di mana saja akun WhatsApp tengah aktif. Bila pengguna tidak ingin aktif menggunakan WhatsApp Web, segera klik log out atau keluar.

Selain itu, cara lain yang bisa diperhatikan sebagai tanda adalah mengamati baterai apakah cepat habis ketika akun WhatsApp tidak digunakan, terdengar suara bising ketika sedang telepon, hingga paket data yang boros.

Cara Atasi Agar WA Tak Disadap
Sementara itu, berikut adalah beberapa upaya untuk mencegah agar WhatsApp tidak disadap:

1. Keluar dari WhatsApp Web

Bila WhatsApp Web pengguna aktif tanpa pengguna aktifkan, maka segeralah keluarkan dari WhatsApp Web itu. Caranya cukup log out atau keluar melalui HP.

Pasang Password Sidik Jari

Memasang password sidik jadi bisa jadi cara aman untuk menjaga akun WhatsApp. Cara mengaktifkannya cukup dengan klik tiga titik di kanan atas, pilih privasi, klik kunci sidik jari dan aktifkan.

Daftarkan dan pasang sidik jari. Terakhir, pilih waktu berapa lama aplikasi akan ungkapan otomatis.

3. Cara Verifikasi Dua Faktor

Selain sidik jari, langkah verifikasi dua faktor juga bisa digunakan untuk meningkatkan keamanan WhatsApp. Ini sangat baik dalam mencegah WhatsApp dibajak atau disadap oleh orang asing. Cara mengaktifkannya dengan klik tiga titik di kanan atas, kemudian pilih pengaturan, akun, dan verifikasi dua langkah.

Pilih enable, dan masukkan enam kode yang diinginkan, serta alamat email untuk memulihkan kode bila pengguna lupa.

4. Nonaktifkan Akun

Cara mengembalikan WhatsApp yang dibajak terakhir dengan mengirim email ke support@whatsapp.com. Dalam email tersebut, jelaskan bahwa pengguna ingin menonaktifkan akun WhatsApp.

Setelah akun nonaktif, pengguna berkesempatan aktif kembali menggunakan akun lama selama 30 hari sebelum akun WhatsApp benar-benar dihapus. (CNBC Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.