Kamis, 8 Desember 22

Awas! Tahi Lalat Bisa Jadi Gejala Kanker Payudara

Awas! Tahi Lalat Bisa Jadi Gejala Kanker Payudara
* Ilustrasi. (Klikdokter)

Tahi lalat atau nevi di kulit ditandai dengan bintik kecil berwarna cokelat tua kehitaman.

Umumnya, seseorang memiliki 10-40 tahi lalat yang muncul selama masa kanak-kanak dan remaja. Bentuk tahi lalat juga dapat berubah atau memudar seiring berjalannya waktu.

Menurut beberapa penelitian, kemunculan tahi lalat dapat menjadi tanda atau gejala kanker payudara. Benarkah demikian? Simak penjelasannya berikut ini.

Tahi lalat di tubuh dapat berhubungan dengan risiko melanoma, yaitu bentuk kanker kulit yang berbahaya.

Ada dua studi yang mencoba mengamati hubungan antara tahi lalat yang mungkin terkait dengan kanker payudara.

Dalam studi tersebut, dua tim peneliti dari Perancis dan Amerika Serikat (AS) mengamati hasil survei yang dilakukan terhadap puluhan ribu wanita. Di antara beberapa pertanyaan survei, peneliti menanyakan berapa banyak tahi lalat yang dimiliki para wanita.

Penelitian di AS yang dilaksanakan oleh Indiana University dan Harvard University mengamati sebanyak 74.523 perawat wanita selama 24 tahun.

Menurut penelitian, perawat wanita yang memiliki tahi lalat sebanyak 15 atau lebih, sekitar 35 persen lebih mungkin didiagnosis kanker payudara. Hal ini berlaku ketika dibandingkan perawat wanita yang tidak memiliki tahi lalat sebanyak itu.

Setelah 24 tahun diamati, wanita dengan tahi lalat yang jumlahnya kurang dari 15, memiliki 8 persen kemungkinan untuk terkena kanker payudara.

Sementara itu, wanita dengan tahi lalat sebanyak 15 atau lebih memiliki risiko 11 persen untuk terkena kanker payudara.

Studi dari Prancis juga mengamati 89.000 wanita berusia 40-65 tahun pada tahun 1990. Para wanita yang mengaku memiliki tahi lalat sangat banyak, diketahui 13 persen lebih mungkin terkena kanker payudara.

Menurut penelitian dari jurnal Public Library of Science PLoS Medicine, wanita dengan tahi lalat banyak tampaknya memiliki kadar hormon yang lebih tinggi.

“Wanita pascamenopause dengan jumlah nevi (istilah medis tahi lalat) sebanyak 6 atau lebih, memiliki tingkat estradiol bebas 45,5 persen lebih tinggi dan tingkat testosteron bebas 47,4 persen lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak memiliki nevi,” kata peneliti seperti dikutip klikdokter.

Wanita usia lanjut umumnya memiliki kadar estrogen dan testosteron yang lebih tinggi dan jumlah tahi lalat lebih banyak.

Selain itu, tahi lalat kerap muncul atau warnanya semakin menggelap saat wanita hamil. Hal ini dapat menjadi bukti lain yang menunjukkan kemunculan tahi lalat dipengaruhi oleh hormon.

Tidak hanya tahi lalat, risiko melanoma mungkin terkait dengan kanker payudara, ujar Marina Kvaskoff dari lembaga penelitian Prancis Inserm.

Beberapa wanita dengan jumlah tahi lalat banyak dan melanoma memiliki mutasi gen CDKN2A. Mutasi gen tersebut mungkin ada hubungannya dengan beberapa kasus kanker payudara. (Klikdokter/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.