Jumat, 17 September 21

Awas! Modus Baru Pecahkan Kaca Mobil Dengan Busi!

Awas! Modus Baru Pecahkan Kaca Mobil Dengan Busi!

Semarang, Obsessionnews – Kelompok perampok bermodus pecah kaca mobil berhasil diringkus Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Tengah pada Kamis (19/11/2015)  kemarin. Dalam gelar perkara, terungkap para pelaku menggunakan modus baru yakni memakai busi sebagai alat pemecah kaca.

Kelompok yang berjumlah 6 orang adalah Joko Randi (21), warga Ds Curup, Provinsi Bengkulu, Damar Wahyu (21), warga Ds Bibirik, Madiun, Andi Irawan (38), warga Kabupaten Sleman, Fikram (32), warga Samarinda Ulu, Wijaya Selalu (32), warga Samarinda Ulu, dan Budiarso (21), warga Kabupaten Rejang Lebong.

Pimpinan Dirreskrimum Polda Jateng, Gagas Nugraha mengungkapkan, modus operasi pelaku dengan membagi tugas kepada masing-masing anggota. Pada 17 November 2015, pelaku Damar memantau keadaan bank di wilayah Kabupaten Blora. Sedangkan pelaku Fikram bertugas menunggu telefon pelaku Wijaya dan Joko yang mana masuk ke dalam bank untuk mencari target sasaran.

Setelah mendapat sasaran, pelaku Wijaya menelfon Budiarso yang sudah menunggu diluar bank dan langsung membuntuti korban, Widarso dengan membonceng tersangka Andi Irawan. Kemudian saat korban berhenti di warung, tersangka Budiarso memecahkan kaca mobil dan langsung mengambil uang di dalam kendaraan.

“Modus ini terbilang baru. Mereka menggunakan busi untuk memecahkan kaca,” ujarnya dalam gelar perkara di Markas Polda Jateng, Rabu (25/11/2015).

Saat rekonstruksi, terlihat pelaku Budiarso dengan mudahnya memecah kaca mobil. Sebelumnya, Budiarso meremukkan bagian kepala busi dan melemparkan ke arah kaca. Hanya butuh waktu kurang dari 1 menit, bagi pelaku untuk menggondol barang berharga milik korban.

Para pelaku, lanjut Gagas, sengaja memilih daerah pinggiran sebagai sasaran saat beraksi. Setidaknya, sebanyak Rp 30 juta berhasil digasak para pelaku pada aksi mereka di wilayah Blora. Uang tersebut dibagi secara rata kepada masing masing-masing anggota.

“Mereka sengaja memilih daerah tepi untuk menghindari kejaran polisi. Tapi berkat kesigapan anggota, para pelaku ini berhasil dibekuk,” tandasnya.

Dari tangan tersangka, diamankan sejumlah alat bukti antara lain satu buah busi, 3 sepeda motor dan uang tunai sebanyak Rp 1 juta. Para pelaku dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP dengan hukuman maksimal 7 tahun penjara. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.