Minggu, 26 Juni 22

Awas! Hepatitis B Menular Melalui Keringat

Awas! Hepatitis B Menular Melalui Keringat
* Ilustrasi hepatitis. (Halodoc)

Hepatitis adalah penyakit yang bisa berakibat fatal. Kebanyakan jenis hepatitis menular melalui cairan tubuh, seperti darah, cairan vagina, dan lain-lain. Penularan hepatitis melalui keringat masih jadi hal yang dipertanyakan hingga kini.

Ada lima jenis utama hepatitis virus, yaitu hepatitis A (HAV), hepatitis B (HBV), hepatitis C (HCV), hepatitis D (HDV), dan hepatitis E (HEV). Semuanya menyebabkan peradangan pada hati, meski virus penyebab dan cara penularannya berbeda-beda.

Hepatitis yang diduga menular melalui keringat adalah hepatitis B. Studi yang diterbitkan di British Journal of Sports Medicine dilakukan terhadap para pegulat olimpiade.

Peneliti menemukan bahwa virus hepatitis B ditemukan pada keringat orang yang mengidap penyakit tersebut. Dr. S. Bereket-Yucel, dari Celal Bayar University di Izmir, Turki, memeriksa DNA untuk mengetahui hepatitis B dalam sampel darah dan keringat pada 70 pegulat pria dalam olimpiade.

Hasilnya menunjukkan bahwa 9 (13 persen) pegulat memiliki virus hepatitis B dalam darah mereka. Namun, itu semua dipandang sebagai infeksi “gaib” karena tak ada antibodi bagi virus tersebut yang dideteksi pada setiap pegulat.

Pada delapan dari sembilan peserta yang darahnya diperiksa positif, DNA bagi hepatitis B juga dideteksi pada keringat mereka. Berdasarkan hal tersebut, bukti semakin kuat bahwa kejadian HBV “gaib” pada gulat olimpiade lebih tinggi dari perkiraan dan penularan HBV juga mungkin terjadi melalui keringat.

Temuan ini memunculkan dugaan bahwa hepatitis dapat menular melalui keringat antara para peserta yang melakukan kontak fisik saat olahraga.

Luka berdarah dan selaput lendir telah terlibat dalam penularan hepatitis B selama kontak fisik dalam olahraga. Namun, saat ini belum ada studi yang mengkaji untuk mengetahui apakah keringat membawa virus itu.

Cara Penularan Hepatitis Lainnya
Virus hepatitis B dapat menular melalui cairan tubuh orang yang terinfeksi. Artinya virus dapat ditularkan melalui darah, keringat, air mata, air liur, air mani, cairan vagina, darah menstruasi, dan cairan tubuh lainnya.

Namun, perlu diketahui bahwa memiliki hepatitis B tidak selalu berarti akan menularkan penyakit pada orang lain. Hanya beberapa orang dengan HBV yang benar-benar bisa menularkan penyakit.

Risiko penularan bisa terjadi saat berbagi jarum suntik atau membuat tato atau tindik badan dengan alat yang terinfeksi. Selain itu, penularan juga bisa terjadi saat melahirkan dan berhubungan seksual tanpa kondom.

Lebih spesifik, virus hepatitis A dan hepatitis E (HAV dan HEV) keduanya ditularkan melalui jalur enterik, yaitu pencernaan atau fekal. Ini juga dikenal sebagai rute fekal-oral.

Artinya, hepatitis menular melalui feses pengidap hepatitis yang mengontaminasi makanan. Meskipun ada banyak cara hal ini terjadi, kebersihan dan kondisi sanitasi yang buruk dapat menyebabkan tingkat infeksi virus yang lebih tinggi.

Sementara itu, virus hepatitis B, C, dan D (HBV, HCV, dan HDV) semuanya menular melalui rute parenteral. Ini berarti, virus ini dapat masuk melalui semua rute kecuali melalui saluran usus.

Untuk HDV, penularannya memang sama seperti HBV. Namun, virus ini hanya bisa menginfeksi jika HBV sudah menyebabkan infeksi terlebih dahulu. Baik sebagai koinfeksi ataupun infeksi terpisah.

Nah, itulah pembahasan mengenai hepatitis yang disebut-sebut menular melalui keringat, dan cara penularan lain yang perlu diwaspadai. Selalu terapkan pola hidup sehat dan bersih, serta lakukan hubungan seksual yang aman untuk mencegah hepatitis.(Halodoc/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.