Jumat, 29 Mei 20

Awas!! Genosida, Pembunuhan Muslim Rohingya Berlanjut

Awas!! Genosida, Pembunuhan Muslim Rohingya Berlanjut
* Muslim Rohingya

Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) memperingatkan dampak berlanjutnya genosida/pembunuhan massal yang dilakukan militer dan kelompok Buddha ekstrem Myanmar terhadap Muslimin Rohingya.

Zeid Raad Al Hussein, Komisioner Tinggi HAM PBB dalam lawatannya ke Indonesia menegaskan, berlanjutnya genosida dan pembunuhan massal terhadap Muslimin Rohingya di Myanmar dapat memperluas konflik dan pertempuran di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan, Myanmar berhadapan dengan sebuah krisis yang sangat serius dan dapat menciptakan perang etnis dan suku, serta membawa dampak destruktif bagi keamanan kawasan. Kekhawatiran terkait kondisi Muslimin Rohingya di Myanmar mengalami peningkatan pasca penemuan lima kuburan massal di negara bagian Rakhine.

Di dalam kuburan-kuburan massal tersebut ditemukan lebih dari 400 jenasah Muslim Rohingya. Hal ini menggambarkan telah terjadinya bencana kemanusiaan mengerikan dan genosida di Myanmar. Namun karena tekanan luar biasa yang dilakukan pemerintah Myanmar terhadap wartawan, hingga kini berita-berita tentang tragedi kemanusiaan yang menimpa Muslim Rohingya tidak terpublikasi secara lengkap.

Sejak tahun 2012, militer dan kelompok Buddha ekstrem, memulai gelombang baru kekerasan berdarah terhadap Muslim Rohingya dan mereka berusaha melakukan pembersihan etnis di Rakhine. Oleh karena itu, PBB cemas kondisi ini akan memunculkan perang etnis di Myanmar dan kemungkinan meluasnya perang tersebut ke negara-negara sekitar, sehingga situasi tidak bisa lagi dikontrol.

Stephane Dujarric, Juru Bicara PBB mengatakan, PBB mendesak pemerintah Myanmar agar memberikan kewarganegaraan kepada Muslim Rohingya atau mengesahkan undang-undang yang membuka kemungkinan kepada mereka untuk hidup di Rakhine secara bebas dan normal.

Karena pemerintah Myanmar tidak pernah memperhatikan tuntutan PBB untuk mengakhiri penindasan terhadap Muslim Rohingya, masyarakat internasional menuntut PBB dan organisasi internasional lainnya seperti Organisasi Kerjasama Islam, OKI untuk mengambil tindakan nyata menekan pemerintah Myanmar.

Gholamali Khoshroo, Wakil tetap Iran di PBB menuturkan, musibah yang menimpa Muslim Rohingya adalah sebuah kasus darurat bagi masyarakat internasional dan membutuhkan langkah segera. PBB lewat Majelis Umum dan organisasi-organisasi terkait harus turun tangan.

Mengingat dukungan-dukungan internasional yang diberikan kepadanya, sepertinya pemerintah Myanmar tetap keras kepala dan melanjutkan kejahatannya terhadap Muslim Rohingya. Pemerintah Myanmar sama sekali tidak menjalankan perjanjian pemulangan Muslim Rohingya dari Bangladesh.

Penasihat keamanan nasional pemerintah Myanmar mengatakan, kami berkonsultasi dengan sejumlah negara sahabat untuk mencegah agar masalah ini tidak sampai dibawa ke Dewan Keamanan PBB. Cina adalah sahabat kami dan kami juga punya hubungan bersahabat dengan Rusia. Oleh karena itu, masalah ini bisa diselesaikan.

Masalah genosida di Myanmar telah menjadi isu global dan negara-negara anggota tetap DK PBB sekarang menanggung tugas yang semakin berat untuk menyelesaikannya. Karena itu, langkah pemerintah Myanmar membawa nama Cina dan Rusia, serta melibatkan mereka dalam persoalan ini, pada saat yang sama genosida terus berlanjut, maka mungkin saja hal ini dlakukan untuk merusak citra kedua negara itu. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.