Selasa, 21 September 21

Awas! DPR Ulur Capim Jadikan ‘Daya Tawar’ RUU KPK

Awas! DPR Ulur Capim Jadikan ‘Daya Tawar’ RUU KPK

Jakarta, Obsessionnews – Presiden telah mengirimkan nama-nama calon pimpinan (Capim) KPK kepada DPR RI untuk segera dipilih dan ditetapkan. Alih-alih melaksanakan pemilihan, DPR malah mempermasalahkan dan memanggil Panitai Seleksi (Pansel) Capim KPK berkali-kali.

Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) menilai, sikap Komisi III DPR yang mempermasalahkan pembidangan yang dilakukan oleh Pansel karena tidak diatur dalam undang-undang adalah tidak tepat.

“DPR dapat saja keluar dari pembidangan tersebut karena sifatnya tidak mengikat,” tegas Peneliti PSHK Miko Susanto Ginting, dalam rilisnya kepada Obsessionnews, Kamis (19/11/2015).

Pada pemilihan lalu, lanjutnya, DPR justru pernah berjalan tidak seiring dengan undang-undang karena tidak memilih calon pimpinan KPK pada batas waktu yang diberikan undang-undang. Pasal 30 ayat (10) UU KPK menyatakan DPR wajib memilih dan menetapkan pimpinan KPK tiga bulan sejak diserahkan oleh Presiden.

Miko memaparkan, Hasil Pansel telah diserahkan kepada Presiden untuk diteruskan kepada DPR. “Dengan waktu yang terbatas, seharusnya proses seleksi diarahkan pada penggalian terhadap kredibilitas calon pimpinan KPK,” desaknya.

Ia mengingatkan, DPR tidak perlu mengulur-ulur waktu dan harus segera melakukan pemilihan terhadap pimpinan KPK. “Terlebih masa jabatan pimpinan KPK periode ini akan berakhir pada penghujung Desember 2015,” ungkapnya.

“Jangan sampai sikap mengulur-ulur waktu ini menjadi ‘daya tawar’ agar RUU KPK masuk dalam Prolegnas Prioritas 2016. Wacana memasukkan RUU KPK dalam Prolegnas Prioritas 2016 seharusnya ditolak oleh Pemerintah,” tandasnya.

Hal ini, menurutnya, adalah momentum untuk mengkonfirmasi sikap Presiden Joko Widodo, apakah betul menolak atau sekadar menunda pembahasan RUU KPK. “Komitmen penguatan terhadap KPK oleh Presiden dan DPR masih sangat diragukan,” bebernya. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.