Selasa, 26 Oktober 21

Awas! Capim KPK Kebobolan Calon Titipan

Awas! Capim KPK Kebobolan Calon Titipan

Jakarta, Obsessionnews – Panitia Seleksi Calon pimpinan (Pansel Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus mampu menangkal intervensi kelompok kepentingan yang ingin meloloskan figur andalan mereka. Kini, ketika Pansel terus mengerucutkan jumlah figur Capim KPK, kelompok-kelompok kepentingan semakin aktif bergerilya.

Peringatan ini disampaikan Anggota Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum, Bambang Soesatyo dari Fraksi Partai Golkar, melalui pesan BBM-nya yang diterima Obsessionnews.com, Minggu (26/7/2015).

Bambang menegaskan, dari 48 orang yang lolos seleksi tahap dua, bukan tidak mungkin beberapa di antaranya adalah figur-figur yang menjadi favorit kelompok-kelompok kepentingan dimaksud. Maka, Pansel Capim KPK harus ekstra waspada. Sekali lagi, jangan terpukau pada kualifikasi, riwayat karier atau popularitas figur. Jauh lebih penting adalah bersihnya rekam jejak.

“Karena jumlah peserta seleksi Capim KPK akan terus berkurang, Pansel memiliki ruang yang lebih besar untuk menelusuri rekam jejak dari figur-figur yang lolos pada setiap tahapan seleksi. Semangatnya adalah negara dan KPK tidak boleh kecolongan,” tandas Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI.

Menurut Bambang, ketika proses hukum kasus-kasus besar seperti skandal Bank Century, penyalahgunaan dana BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia) hingga kasus penggelapan pajak tak kunjung tuntas ditangani, negara dan KPK sejatinya sudah kecolongan.

“Sebab, bukan tidak mungkin ada kekuatan di tubuh KPK yang memang tidak ingin kasus-kasus besar itu dituntaskan. Kasus-kasus besar itu bisa diambangkan karena desakan maupun tekanan dari kelompok-kelompok kepentingan yang ‘memiliki’ orang kepercayaan mereka di KPK,” bebernya.

“Kecolongan itu tak boleh berulang. Konsekuensinya, Pansel memang harus bekerja keras. Pansel sendiri pun akan menghadapi ujian yang maha berat, utamanya terhadap reputasi, kredibilitas dan moral. Demi meloloskan figur yang dijagokan, kelompok2 kepentingan akan mengerahkan jaringan mereka utk menggoda semua anggota Pansel,” ungkapnya pula.

Bambang menengarai, strategi mereka pun beragam. “Bukan hanya menyiapkan uang sogok, mereka bahkan bisa mengerahkan jaringan untuk melobi penguasa. Bisa terbentuk kekuatan yang sangat besar dan powerful manakala kelompok2 kepentingan itu bergabung utk tujuan dan target yang sama,” bongkarnya. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.