Sabtu, 8 Oktober 22

Awas! Ada Kekuatan Lama di Balik Kisruh KPK vs Polri

Awas! Ada Kekuatan Lama di Balik Kisruh KPK vs Polri

Jakarta – Perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri yang kerap terjadi sehingga timbul wacana dikarenakan oleh kekuata-kekuatan lama yang tidak mau pemerintahan baru ini timbul.

Pengamat Politik Universitas Indonesia (UI) Boni Hargens mengatakan ada kekuatan lama yang ingin tetap kuat atau setidaknya tidak direcoki oleh pemerintahan yang baru. Siluman-siluman ini, kekuatan-kekuatan lama ini sebetulnya yang membuat terjadi kekisruhan besar ini.

“Saya melihat ada kekuatan lama yang ingin tetap aman,” ujar Boni di Warung Tekko, Plaza Festival, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2015).

Namun, Boni enggan menjelaskan kekuatan lama darimana yang ingin merecoki pemerintahan baru ini. “Saya kira ini tidak perlu diperjelas. Bahwa memang ada ‎struktur kekuasaan lama yang sudah cukup lama berkuasa dan ingin menancapkan kakinya dan ingin tetap kuat,” katanya.

Dia juga menjelaskan, publik semua tahu banyak masalah di masa lalu yang potensial untuk dibongkar hari ini atau dibuka oleh KPK. Tidak hanya di Kepolisian, tapi juga terutama di kalangan parpol.

“KPK punya peran yang sangat sentral di dalam menyelesaikan masalah century, trus masalah migas, hambalang dan masalah-masalah lain,”jelas Boni.

Menurut Boni, ini masalah-masalah besar yang tidak main-main dan kalau dibongkar tuntas banyak orang besar dari masa lalu akan tergusur. “Kita harus melihat pertarungan ini ada di situ dasarnya,” ungkapnya.

Jadi, lanjut Boni, kalau Plt Sekjen PDIP, Hasto Kristianto marah di media, itu bukan sesuatu yang aneh dan itu bukan sebuah bunuh diri politik, tapi itu sesuatu yang real. “Bahwa ada kemarahan terhadap permainan yang serius itu. Ya meskipun Hasto tidak mengungkap itu. Artinya, apa yang dilakukan menurut saya wajar,” terangnya.

Dia berharap, semua harus berani melihat menembus batas, menembus tirai permasalahan itu dan melihat siapa. Karena Polri institusi yang harus dijaga kewibawaannya, begitu juga KPK.

“Ini bukan permainan institusi, ini permainan satu atau dua orang kuat. Orang yang masih berpengaruh di kepolisian dan juga mungkin punya koneksi dengan orang-orang KPK. Mereka ini tidak mau digusur dengan ide penegakan hukum yang serius mau dijalankan oleh Jokowi,”pungkasnya. (Pur)

Related posts