Sabtu, 7 Desember 19

Australia Melarang Campur Tangan China di Universitas

Australia Melarang Campur Tangan China di Universitas
* Muncul kekhawatiran terkait dengan Confucius Institutes di Australia. (BBC)

Australia berusaha menghentikan campur tangan asing–yakni China, di universitas negara tetangga Indonesia tersebut.

Pemerintah Australia menerbitkan panduan baru bagi universitas untuk mengatasi apa yang disebut sebagai pengaruh asing yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kini universitas harus menyebutkan nama mitra penelitian asing dan penyandang dana. Mereka juga didorong untuk memperkuat sistem keamanan siber dan melindungi penelitian yang bersifat sensitif.

Langkah tersebut ditempuh di tengah peningkatan kekhawatiran terkait pengaruh China di kampus-kampus Australia. Hal ini dikarenakan adanya serangkaian peretasan komputer dan sumbangan kontroversial yang terhubung dengan Beijing.

“Campur tangan asing ada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini akan membawa perubahan karena itu kami harus memastikan pendekatan kami berubah sejalan dengan ini,” kata Menteri Pendidikan Australia, Dan Tehan, kepada para wartawan.

Mengapa muncul kekhawatiran?
Pada bulan Agustus, pemerintah Australia mengumumkan pembentukan satuan tugas untuk menyelidiki campur tangan asing di universitas di tengah-tengah meningkatnya kekhawatiran terkait pengaruh China.

Muncul sejumlah laporan di mana mahasiswa dan staf melakukan “penyensoran diri” terkait masalah politik yang sensitif seperti unjuk rasa prodemokrasi di Hong Kong.

Terjadi juga sejumlah bentrokan antarmahasiswa di sejumlah universitas Australia terkait dengan unjuk rasa Hong Kong.

Universitas setempat yang memfasilitasi Confucius Institutes – lembaga yang dijalankan pemerintah China guna memberikan program bahasa dan kebudayaan di luar negeri – dilaporkan menandatangani kesepakatan sehingga memungkinkan China mengambil keputusan terkait pengajaran di lembaga tersebut.

Sejumlah tuduhan pemerintah Australia bahwa China berusaha mencampuri universitasnya menimbulkan ketegangan di antara kedua negara. Beijing menegaskan pihaknya tidak berusaha mempengaruhi kampus.

Seperti apa isi panduan baru?
Aturan baru akan mewajibkan berbagai institusi untuk berbagi intelijen siber dengan badan keamanan nasional, mengidentifikasi mitra penelitian asing dan mengungkapkan persetujuan pendanaan dengan negara-negara lain.

Pernyataan keuangan asing akan dimasukkan ke dalam daftar yang sama dengan yang digunakan pelobi Australia yang bekerja untuk negara lain dengan mengatakan diri mereka sebagai agen asing.

Juga akan ada persyaratan yang lebih ketat bagi universitas saat bekerja sama dengan negara asing ketika melakukan penelitian. (*/BBC)

Sumber: BBC Magazine

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.