Selasa, 18 Januari 22

Aturan di Bandung, Atlet dan Musisi yang Sudah Tua Dapat ‘Uang Pensiun’

Aturan di Bandung, Atlet dan Musisi yang Sudah Tua Dapat ‘Uang Pensiun’
* Wali Kota Bandung Ridwan Kamil (kedua dari kiri) berencana memberikan bantuan kepada musisi di hari tuanya.

Bandung,  Obsessionnews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana memberikan bantuan kepada musisi di hari tuanya. Hal tersebut dikemukakan oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil usai menghadiri Deklarasi Bandung Music Council di Prama Grand Preanger Hotel, Kamis (27/10/16).

Pemkot Bandung mempunyai aturan dapat memberikan bantuan kesehatan atau apapun kepada kelompok masyarakat tertentu.

“Tinggal kita cek apakah yang seperti ini bisa untuk atlet di hari tuanya atau untuk musisi di hari tuanya, apabila aturan memungkinkan hal tersebut maka saya akan lakukan itu,” ujar Ridwan Kamil.

dpt-bantuan-2
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil usai menghadiri Deklarasi Bandung Music Council di Prama Grand Preanger Hotel, Kamis (27/10/16).

Selanjutnya, Wali Kota juga mensyukuri hadirnya Bandung music council tersebut yang merupakan hasil pembicaraan setahun yang lalu.

“Dari kumpul-kumpul tersebut, bermuara dengan hadirnya Bandung Music Council ini, yang tentu saja kita dukung,” ujarnya.

Wali Kota juga menuturkan salah satu bidang yang akan dikembangkan nantinya di creative center adalah studio music  yang nantinya akan dibantu pengelolaannya oleh Capung Java Jive.

“Mudah-mudahan dengan begitu infrastruktur ada, regulasi juga ada maka warga Bandung tinggal berkarya saja,” pungkasnya.

Senada dengan Wali Kota Bandung Ketua Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf juga mendukung seratus persen keberadaan Bandung Music Council.

“Kita Bekraf tentu saja mendukung seratus persen Bandung Music Council ini, apalagi Wali Kota Bandung juga sangat mendukungnya,” ujar Triawan.

Triawan juga mengatakan dirinya mendengar adanya inisiatif dari komunitas musik Bandung yang ada dan berdiri cukup lama dan eksis menyebar ke seluruh Indonesia dan sekarang ingin menyatukan kembali tekad untuk menghadapi era digital.

“Komunitas yang produktif komunitas yang bisa menyatukan, dan ujung-ujungnya bisa memberikan pendidikan kepada yang muda-muda bagaimana bisnis musik, bermain musik yang baik,” ucapnya. (Dudy Supriyadi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.