Kamis, 29 Oktober 20

Atasi Kelangkaan Pangan dan Energi Dampak Covid-19 dan Peranan TNI

Atasi Kelangkaan Pangan dan Energi Dampak Covid-19 dan Peranan TNI
* M Hatta Taliwang

Oleh: Rasminto – M Hatta Taliwang (Direktur Institut Soekarno-Hatta)

Akibat virus Corona (Covid 19), pemutusan huhungan kerja (PHK) dilakukan oleh 74.430 perusahaan dan menyangkut nasib 1.200.031 orang.(Menaker Ida Fauziah 8/4/20). Dampak sosial ekonominya sangat besar.

Amanat UU No 6/ 2018 tentang kewajiban Pemerintah Pusat menanggung biaya hidup selama karantina, tidak dilaksanakan sesuai pesan UU tersebut. Wabah Covid 19 ini belum bisa diduga kapan akan berakhir.

Sementara sektor produksi pangan khususnya petani terhambat usahanya karena merekapun pasti kawatir dan takut datang kesawah. Sehingga dipastikan hasil pertanian akan menurun. Demikian pun sektor distribusi dan pedagangnya akan terhambat dan takut berjualan.

Prediksi para ahli dan lembaga riset bhw ketersediaan pangan dan enerji dunia diragukan, hanya mampu sampai Juli 2020 karena berbagai negara memprioritaskan utk kepentingan domestik negaranya. Misalnya Thailand dan Vietnam pasti beras diprioritaskan utk rakyatnya. Padahal Indonesia tergantung impor.

Dengan asumsi situasi demikian maka mendesak utk mulai dipikirkan agar peranan TNI diberdayakan. Oleh karena itu, diharapkan adanya rencana kontijensi dalam menghadapi pandemi covid 19 dengan mengoptimalkan peran TNI.

Memberdayakan peran TNI dalam penanggulangan bencana tertuang dalam Undang–undang TNI Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, antara lain dlm pasal 20 dapat melakukan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Salah satu tugas TNI dalam melaksanakan operasi militer selain perang adalah membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan.

Presiden tidak perlu ragu untuk memberi instruksi kepada Menhan/ Panglima TNI untuk menyusun rencana kontijensi dalam menghadapi krisis yang mungkin ditimbulkan oleh pandemi covid 19 ini. TNI beserta stakeholder terkait mencari solusi dan eksekusi solusi dalam hal menjaga ketahanan pangan dan energi nasional dengan menjaga kontinuitas produksi, ketersediaan, distribusi sembako dan BBM termasuk gas ke seluruh penjuru Indonesia agar dapat dijangkau oleh seluruh rakyat dimanapun mereka berada, khususnya masyarakat strata sosial bawah karena tingkat kerawananan yang lebih tinggi dengan menimbulkan gejolak sosial seperti yang pernah terjadi pada era “great depression” 1929.

Matra TNI AL dapat bersinergi dengan Nelayan sebagai leading sektor produksi hasil laut untuk mengganti lauk daging dan telur yang selama ini jadi lauk pokok dan akhir-akhir ini mulai mengalami peningkatan harga yang signifikan serta stoknya mulai jarang di pasaran. Bila perlu Kapal TNI AL dapat digunakan untuk menangkap ikan selain melaksanakan tugas pokoknya.

TNI AD dapat berperan dan bersinergi dengan para petani dan industri pertanian sebagai leading sektor yang bergerak di bidang pertanian agar dapat menjaga kontinuitas produksi padi, umbi-umbian, jagung dan kacangan serta tanaman palawija serta tanah-tanah HGU yang terbengkalai dapat diambil alih untuk program tersebut.

TNI AU dapat bergerak dalam distribusi energi terutama BBM dan gas melalui pesawat-pesawat milik TNI AU. Dengan demikian, peran Polri dapat fokus menangani aspek medis dan khususnya masalah kamtibmas yang diakibatkan dari dampak covid 19.

Jika skenario ini dapat berjalan, Indonesia dapat menjaga ketersediaan stok pangan dan energi nasional. Indonesia lolos dari bencana kemanusiaan yang besar.

Ini sekedar usul kami.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.