Sabtu, 8 Oktober 22

Aswendo Usulkan Harus Ada Hari Gus Dur

Aswendo Usulkan Harus Ada Hari Gus Dur

Jakarta – Di depan para kader Partai Kebangkitan Bangsa dan kiyai Nahdlatul Ulama (NU) budayawan Aswendo Atmowiloto‎ mengusulkan kedepan PKB harus membuat hari Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pemberian hari Gus Dur  itu dimaksudkan untuk memperingati dan mengenang jasa dan pemikiran Gus Dur sebagai guru bangsa.

Aswendo menyampaikan gagasannya itu, pada saat acara Haul ke lima untuk mengenang kematian Gus Dur di Kantor DPP PKB, Selasa (23/12/2014). Menurutnya, jika Indonesia selama ini mengakui adanya hari Ibu atau hari Kartini, maka tidak ada salahnya jika Indonesia atau PKB membuat hari Gus Dur‎.

“Kalau kita mau mengakui kehebatan Gus Dur, mestinya kita harus berani membuat hari Gus Dur,” ujarnya di Kantor PKB.

Aswendo sendiri termasuk salah satu orang yang pernah dibela oleh Gus Dur. Dimana saat Aswendo menjabat sebagai Pimpinan Redakdi tabloid monitor ia pernah menempatkan Nabi Muhammad dalam posisi urutan ke 11 di antara tokoh-tokoh dunia. Kala itu banyak umat Islam yang mengancam Aswendo dan meminta agar Tabloid Monitor dibubarkan. Tapi Gus Dur justru meminta agar kasus itu diselesaikan di pengadilan.

Sejak itu, Aswendo merasa yakin akan ketokohan Gus Dur sebagai guru bangsa. ‎Menurutnya Gus Dur bisa masuk ke semua ruang dan waktu. Banyak orang yang pernah merasakan hikmah dari kehadiran Gus Dur. Baik orang miskin orang kaya, orang kecil orang besar pernah dibela oleh Gus Dur.

‎Dengan adanya peristiwa itu Aswendo merasa semakin dekat menjalin hubungan dengan Gus Dur. Menurutnya, selain dikenal sebagai tokoh pluralisme dan negarawan sejati. Aswendo juga menganggap Gus Dur sebagai titisan dewa yang memiliki wujud seorang kiyai. “Saya masih percaya Gus Dur itu Dewa, cuman jadi kiyai,” katanya.

Namun, disisi lain ia mengaku sempat agak kesal dengan Gus Dur. Ceritanya saat itu Aswendo tengah mengadakan seminar teater bertajuk budaya. Gus Dur salah satu orang yang mendapatkan undangan untuk hadir. Ketika Gus Dur ‎tiba, Aswendo yang sudah merasa kenal dekat dengan Gus Dur langsung menyambutnya.

“Karena sudah kenal dekat, sayang langsung cium tangan. Saya berharap waktu itu dia menyapa saya,” tuturnya.

Tapi ternyata, Gus Dur sama sekali tidak menghiraukan penyambutan Aswendo. Gus Dur cuek saja jalan menuju kedepan, seolah tidak tahu dan tidak mengenal Aswendo. Kejadian ini rupanya membuat Aswendo kesal.

Namun, setelah sampai di tempat duduknya Gus Dur berhenti, dan mencolek Aswendo sambil berkata. “AS, kalau kamu nggrutu aku yo ngerti (AS kalau kamu marah aku ya tahu,” kata Gus Dur, yang telah membuat Aswendo kaget. Cerita-cerita ini yang kadang-kadang ‎ dianggap oleh Aswendo bahwa Gus Dur punya nilai mistik, ia bahkan melebihi wali. (Abn)

 

Related posts