Minggu, 5 Desember 21

Aset BTN Meningkat Hampir Dua Kali Lipat Tiap Tahun

Aset BTN Meningkat Hampir Dua Kali Lipat Tiap Tahun

Jakarta, Obsessionnews – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk merupakan Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang saat ini tengah menjalankan Program Satu Juta Rumah, menurut pengamat perbankan David Sutyanto kerja keras yang dilakukan BTN sangat luar biasa dimana aset BTN terus meningkat.

Pengamat perbankan sekaligus Head of Business Development & Analysis First Asia Capital, David Sutyanto mengatakan BTN merupakan bank yang unik sebab memiliki lini bisnis yang terfokus ke pembiayaan perumahan. Oleh sebab itu dimana bank ini fokus dalam sektor pembiayaan rumah, BTN menjadi penguasa disektor tersebut.

“Saat ini BTN memiliki pangsa pasar di pembiayaan KPR sebesar 30 persen dan 98 persen di KPR bersubsidi. BTN sendiri telah banyak membantu masyarakat dalam kepemilikan rumah dengan membiayai KPR hingga 3,5 juta unit rumah,” Kata David kepada Obsessionnews.com, Jumat (27/5/2016).

Ia mengungkapkan, BTN patut diacungi jempol dan diapresiasi sebab dapat membantu masyarakat, dimana saat ini Indonesia yang sedang bertumbuh membutuhkan banyak rumah baru yang terjangkau.

Realisasi yang dijalankan BTN ini merupakan Nawa Cita yang diharapkan Presiden Jokowi Dodo, yang dibentuklah program Satu Juta Rumah dimana BTN akan mengambil bagian dari program tersebut.

Dengan pengalaman BTN dalam KPR, diyakini BTN mampu berkontribusi besar dalam program tersebut yang mampu memberi peluang bagi BTN untuk meningkatkan kinerjanya.

“Secara kinerja, BTN dalam 5 tahun terakhir bertumbuh dengan signifikan. Aset BTN meningkat hampir dua kali lipat dari Rp 89 Triliun pada 2011 menjadi Rp 171 triliun pada akhir tahun 2015. Begitu juga dengan pendapatan dan bagi hasil neto BTN dari 3,7 triliun pada tahun 2011 menjadi 6,8 triliun pada tahun 2015,” Paparnya.

Dengan pertumbuhan tersebut, David berharap BTN terus terfokus pada pembiayaan program Satu Juta Rumah untuk rakyat dengan tingkat bunga yang terjangkau. Meskipun sektor tersebut tidak seindah kredit komersial, akan tetapi masih banyak yang membutuhkan, dengan demikian semakin banyak rakyat yang dapat memiliki rumah sendiri. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.