Selasa, 26 Oktober 21

AS Persenjatai Teroris di Afghanistan

AS Persenjatai Teroris di Afghanistan

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, menganggap Amerika Serikat sebagai kontributor utama pembentukan dan perkembangan kelompok teroris Daesh di Afghanistan.

Seperti dilansir kantor berita IRIB, Karzai pada Senin (27/11/2017) mengatakan, pertumbuhan Daesh di Afghanistan adalah hasil dari kehadiran militer AS, dan menurutnya, pasukan AS merupakan salah satu penghalang utama bagi perdamaian Afghanistan.

Dia menuturkan bahwa kelompok teroris Daesh di Afghanistan dibiayai dan dipersenjatai oleh AS.

Karzai dalam sebuah pernyataan kepada media Rusia, Sputnik, mengkritik strategi baru AS untuk menambah jumlah pasukan di Afghanistan, dan mengatakan strategi tersebut akan gagal.

“Kehadiran pasukan AS dan NATO di Afghanistan bukan hanya tidak memberikan kontribusi terhadap keamanan, tapi juga berkontribusi pada bangkitnya terorisme di Afghanistan,” tegasnya.

Saat ini, sekitar 17.000 tentara asing termasuk 14.000 tentara Amerika beroperasi di Afghanistan.

Kehadiran militer AS sejak 2001 dengan dalih memerangi terorisme, tidak membawa kemajuan apapun selain kematian ribuan warga sipil Afghanistan dan kehancuran infrastruktur. Kekerasan juga meningkat dari hari ke hari di Afghanistan.

Hamid Karzai

AS Gunakan Teroris Kacaukan Afghanistan
Mantan presiden Afghanistan mengatakan, Amerika Serikat untuk mengacaukan kawasan, terus mendukung kelompok teroris Daesh di Afghanistan.

Fars News (18/10) melaporkan, Hamid Karzai, mantan presiden Afghanistan dalam wawancara dengan stasiun televisi Russia Today, menyebut Afghanistan sebagai korban kebijakan Amerika dan menegaskan, Washington ingin menciptakan instabilitas di seluruh kawasan dengan terlebih dahulu mengacaukan Afghanistan.

Mantan presiden Afghanistan juga meminta masyarakat internasional untuk meyakinkan Amerika soal pentingnya perang nyata melawan terorisme.

Amerika pada tahun 2001 dengan dalih memerangi terorisme dan menjaga keamanan Afghanistan, menginvasi negara itu, akan tetapi realitasnya hingga kini, instabilitas, terorisme dan produksi narkotika di negara itu justru terus mengalami peningkatan. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.