Rabu, 25 November 20

AS Makin Terkucil di PBB

AS Makin Terkucil di PBB
* Sidang Majelis Umum PBB

Majelis Umum PBB memutuskan pencabutan sanksi ekonomi dan finansial terhadap Kuba dengan dukungan seluruh negara anggota kecuali AS dan Israel. Keputusan ini menunjukkan semakin terkucilnya AS di arena internasional.

Keputusan pencabutan sanksi terhadap Kuba ini didukung 189 suara setuju, dan 2 suara menentang, serta tidak ada satu pun suara abstain. Wakil AS di PBB yang mengundurkan diri, Nikki Haley berupaya mempengaruhi pemungutan suara, tapi tidak membuahkan hasil.

Pasca kemenangan revolusi Kuba yang dipimpin Fidel Castro, AS senantiasa melancarkan permusuhan terhadap negara ini. Sejak tahun 1960, AS menerapkan sanksi masif di bidang ekonomi, perdagangan dan finansial terhadap Kuba yang berlanjut hingga kini.

Meski sempat terjadi perubahan di tahun 2016, ketika Presiden Kuba, Raul Castro dan Presiden AS, Barack Obama menyepakati normalisasi hubungan secara resmi, tapi naiknya Trump mengubah jalur tersebut. Di tangan Trump, AS kembali melancarkan permusuhan terhadap Kuba. Perubahan kebijakan AS tersebut memicu reaksi dari pihak Kuba dengan naiknya sebagai presiden Kuba, dan kemenlu Kuba menyatakan bahwa kebijakan Washington terhadap Havana tidak berubah.

Selama bertahun-tahun, sanksi AS terhadap Kuba menjadi perhatian dunia dan Majelis Umum PBB sendiri berulangkali menggelar sidang mengenai penghentian sanksi tersebut. Tapi tidak pernah membuahkan hasil dan mengubah sikap AS. Padahal jelas melanggar aturan internasional dan berdampak merugikan kehidupan rakyat Kuba pada umumnya.

Anggota komisi hubungan luar negeri di parlemen Kuba sebelumnya menjelaskan bahwa blokade ekonomi, perdagangan dan finansial yang dilakukan AS terhadap Kuba sejak Oktober 1960 hingga kini merupakan aksi paling sepihak, terpanjang, paling tidak adil, dan tersulit dalam sistem sanksi terhadap sebuah negara.

Walaupun sanksi unilateral AS terhadap Kuba selama bertahun-tahun direaksi secara negatif oleh anggota PBB dan negara-negara Eropa. Bahkan publik dunia mendesak Washington segera menghentikan sanksi tersebut. Tapi para pejabat AS tetap melanjutkan kebijakan unilateralisnya terhadap Kuba. Tidak hanya itu, AS bahkan meluaskan sanksinya kepada Venezuela.

Penasehat Keamanan Nasional AS, John Bolton baru-baru ini mengungkapkan penerapan sanksi baru terutama di sektor emas bagi Venezuela, dan peningkatan hukuman bagi Kuba.

Kebijakan sanksi tersebut terus dilanjutkan AS di saat pemerintahan kiri di Amerika Latin menegaskan bahwa sanksi tersebut tidak akan membuahkan hasil sebagaimana diharapkan Washington

Berkaitan dengan masalah ini, Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel mengatakan, AS gagal dalam menjalankan kebijakan sanksinya dan setelah itu pun jalannya buntu. Sejatinya, resolusi Majelis Umum PBB yang membatalkan sanksi terhadap Kuba menunjukkan kekalahan AS dan keterkucilannya di arena internasional. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.