Minggu, 26 September 21

AS-Kuba Baikan, Perancis Merapat

AS-Kuba Baikan, Perancis Merapat

Jakarta, Obsessionnews – Antara Amerika Serikat (AS) dan Kuba sudah menyepakati pembukaan kantor kedutaan di masing-masing ibukota setelah putusnya hubungan diplomatik sejak tahun 1961 lalu. Sementara Perancis, mendekat lantaran menginginkan minyak dari negeri komunis tersebut.

Presiden Barack Obama dalam pidato yang juga disiarkan stasiun televisi nasional Kuba mengatakan, pemulihan hubungan diplomatik bakal segera direalisasikan pada 20 Juli mendatang.

Obama menilai, langkah ini menjadi cermin kalau warga AS dan Kuba tak lagi dipenjara masa lalu yang memutuskan hubungan kedua negara. “Warga Amerika dan Kuba sama-sama siap untuk melangkah maju,” tutur Obama

Perundingan rujuknya hubungan diplomatik sendiri, telah dimulai sejak akhir 2014 lalu. April tahun ini, Obama dan pemimpin Kuba Raul Castro sudah menggelar pertemuan resmi untuk pertama kalinya.

Meski Kuba menjadi sasaran embargo perdagangan AS sejak tahun 1962 lalu, sarana transportasi yang menghubungkan kedua negara sebenarnya sudah ada. Namun, warga AS tetap dilarang bepergian ke Kuba. Akhirnya, upaya Obama mendesak kongres untuk mencabut embargo benar-benar menunjukkan hasil positif.

Sebulan setelah Obama dan Raul menggelar pertemuan resmi, salah satu sekutu dekat AS yakni Perancis, langsung merapat guna membahas rencana kerjasama eksplorasi minyak. Pertemuan antara Presiden Perancis Francois Hollande dengan pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro, menjadi yang pertama kali sejak tahun 1898 lalu.

Sebelum bertemu Fidel, Hollande yang sempat menjadi pembicara pada sebuah seminar di University of Havana mengatakan, pihaknya bakal berusaha menjamin embargo terhadap Kuba dicabut. Setelah itu, dikabarkan sejumlah perusahaan sudah menerjunkan alat beratnya di laut lepas Kuba yang diklaim menyimpan cadangan minyak sebanyak 20 milyar barel.

Sejumlah media sempat melaporkan kalau Total, perusahaan minyak asal Perancis, sudah mencapai kesepakatan dengan Cupet, koorporasi dari Kuba.

Menyikapi kabar tersebut, Total membantah habis-habisan kalau sudah menandatangani kesepakatan eksplorasi lepas pantai dengan Cupet. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.