Senin, 8 Maret 21

AS dan Kanada Sebut China Lakukan ‘Pembantaian’ Muslim Uighur’

AS dan Kanada Sebut China Lakukan ‘Pembantaian’ Muslim Uighur’
* Muslim Uighur di China. (Foto EU)

Setelah Amerika Serikat (AS), Majelis Rendah (Parlemen) Kanada pun menyatakan perlakuan China terhadap populasi minoritas muslim Uighur sebagai genosida (pambantaian). Sebelumnya pemerintah AS telah menyatakan pernyataan senada.

Pernyataan diberikan setelah dilakukan pemungutan suara, yang hasilnya 266-0. Semua partai oposisi mendukung mosi itu, juga beberapa anggota Partai Liberal yang memerintah.

Perdana Menteri Justin Trudeau dan sebagian besar anggota kabinetnya abstain.

China bela penahanan model fesyen Uighur, ‘dia menyakiti dirinya sendiri’
Mosi tersebut menjadikan Kanada sebagai negara kedua setelah Amerika Serikat yang mengakui tindakan China sebagai genosida.

Anggota parlemen juga memilih untuk meloloskan amandemen yang meminta Kanada untuk mendesak Komite Olimpiade Internasional memindahkan Olimpiade Musim Dingin 2022 dari Beijing “jika pemerintah China melanjutkan genosida ini”.

Trudeau sejauh ini ragu-ragu untuk menyebut tindakan China terhadap minoritas Uighur di Xinjiang sebagai genosida dan mengatakan pemeriksaan lebih lanjut diperlukan sebelum keputusan dapat dibuat.

Hanya satu anggota kabinetnya, Menteri Luar Negeri Marc Garneau, yang muncul di parlemen untuk pemungutan suara. Garneau mengatakan dia abstain “atas nama pemerintah Kanada”.

Menjelang pemungutan suara, pemimpin oposisi Erin O’Toole mengatakan langkah itu perlu untuk mengirimkan “sinyal yang jelas dan tegas bahwa kami akan membela hak asasi manusia dan martabat hak asasi manusia, bahkan jika itu berarti mengorbankan beberapa peluang ekonomi”.

Dalam sebuah surat terbuka kepada Trudeau awal bulan ini yang memintanya untuk “membela China”, O’Toole mencatat pelarangan BBC World News baru-baru ini di China – menyusul laporan BBC yang menuduh pemerkosaan sistematis, pelecehan seksual dan penyiksaan di kamp “re-edukasi” China di Xinjiang.

Mosi pada hari Senin itu menandai eskalasi terbaru dalam hubungan Kanada-China, yang telah memburuk selama beberapa tahun terakhir.

Pada akhir pekan, duta besar China untuk Kanada Cong Peiwu mengatakan kepada Canadian Press bahwa mosi itu “mencampuri urusan dalam negeri [China]”.

“Kami dengan tegas menentang itu karena bertentangan dengan fakta,” ujarnya. “Tidak ada sama sekali sesuatu yang seperti genosida yang terjadi di Xinjiang.”

AS Yakin China Lakukan Genosida 
Sebelumnya, Menteri luar negeri yang ditunjuk Presiden Joe Biden, Antoni Blinken, mengatakan ia sepakat dengan temuan yang disebutkan oleh menlu di bawah Trump, Mike Pompeo bahwa China melakukan genosida dalam tindakan represif terhadap warga Uighur dan Muslim lain.

Sejumlah kelompok hak asasi mengatakan China menahan sekitar satu juta orang Uighur dalam beberapa tahun terakhir dalam program yang disebut negara itu sebagai “kamp pendidikan kembali.”

Penyelidikan BBC menunjukkan warga Uighur digunakan sebagai tenaga kerja paksa.

Ketegangan dengan China menjadi salah satu isu selama pemerintahan Trump. Masalah lain termasuk kebijakan perdagangan dan juga isu pandemi virus corona.

“Saya yakin bahwa genosida berlangsung, dan kami menyaksikan upaya sistematis untuk menghancurkan Uighur oleh China,” kata Pompeo dalam pernyataan yang dibuat pada hari terakhirnya sebagai bagian dari pemerintahan Trump.

Pernyataan itu berisi tekanan kepada China namun tidak menyebutkan sanksi baru.

Saat ditanya apakah Blinken sepakat dengan pernyataan Pompeo, ia menjawab, “Itu penilaian saya juga.”

Ia menambahkan, “Terkait Uighur, saya rasa kami sama-sama sangat sepakat. Dan paksaan terhadap pria, perempuan dan anak-anak ke kamp konsentrasi, dengan mendidik mereka kembali untuk menyepakati ideologi Partai Komunis China, semua itu mengacu pada upaya melakukan genosida.”

Tim Biden mengeluarkan tuduhan serupa Agustus lalu dengan mengatakan warga Uighur mengalami penderitaan “penekanan yang sulit dijelaskan…di tangah pemerintah otoriter China.” (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.