Selasa, 7 Desember 21

AS Berhasil Cangkok Ginjal Babi ke Manusia

AS Berhasil Cangkok Ginjal Babi ke Manusia
* Cangkok ginjal babi pada manusia di AS. (Getty/BBC)

Sekelompok dokter bedah di Amerika Serikat (AS) telah sukses mentransplantasikan (mencangkok) ginjal babi pada pasien manusia. Ini suatu terobosan yang mereka harap dapat mengatasi masalah kekurangan organ donor.

Pasien penerima sudah mengalami kematian otak, yang berarti ia dibantu bertahan hidup oleh mesin dan tidak ada prospek akan pulih kembali.

Ginjal tersebut berasal dari babi yang telah dimodifikasi secara genetik untuk mencegah organ itu dikenali tubuh manusia sebagai objek “asing” dan ditolak.

Eksperimen ini belum dipublikasikan atau melalui kajian sesama sejawat (peer-review), tapi sudah ada rencana untuk itu.

Para pakar berkata eksperimen ini adalah yang paling canggih di bidangnya sejauh ini.

Uji coba serupa telah dilakukan pada primata non-manusia, tapi belum pernah pada manusia, sampai sekarang.

Namun menggunakan organ babi untuk transplantasi bukanlah ide baru. Katup jantung dari babi sudah banyak digunakan pada manusia.

Dan, ukuran organ babi sangat cocok dengan tubuh manusia.

Selama operasi yang berlangsung selama dua jam di pusat medis University Langone Health, para dokter bedah menghubungkan ginjal babi donor ke pembuluh darah penerima yang mati suri untuk mengecek apakah organ tersebut dapat berfungsi dengan normal, atau ditolak.

Selama dua setengah hari setelahnya mereka mengamati ginjal tersebut dengan teliti serta melakukan berbagai pemeriksaan dan tes.

Peneliti utama Dr. Robert Montgomery berkata kepada BBC: “Kami mengamati sebuah ginjal yang pada dasarnya berfungsi seperti ginjal manusia, yang tampaknya cocok karena ia menjalankan semua tugas yang dijalankan oleh ginjal manusia normal.”

“Transplantasi berfungsi dengan normal, dan tampaknya tidak mengalami penolakan.”

Para dokter mentransplantasikan sebagian kecil kelenjar thymus si babi, bersama ginjalnya. Mereka berpikir organ ini dapat membantu mencegah tubuh manusia menolak ginjal tersebut dalam jangka panjang dengan membersihkan sel-sel imun liar yang dapat melawan jaringan babi.

Sebagai penerima cangkok jantung, Dr Montgomery berkata ada kebutuhan mendesak untuk menemukan organ bagi orang-orang dalam daftar tunggu, meskipun ia mengakui eksperimennya ini kontroversial.

“Paradigma tradisional bahwa seseorang harus mati supaya orang lain bisa hidup itu akan ketinggalan zaman.

“Saya memahami kekhawatiran [terkait eksperimen ini] dan saya akan bilang saat ini sekitar 40% pasien yang menunggu untuk cangkok organ meninggal dunia sebelum mereka menerimanya.

“Kita menggunakan babi sebagai sumber makanan, kita menggunakan babi untuk keperluan pengobatan – untuk katup jantung, untuk obat. Saya rasa ini tidak jauh berbeda.”

Ia berkata penelitiannya masih dalam tahap awal dan masih diperlukan lebih banyak studi, namun menambahkan: “Ini memberi kami, saya rasa, kepercayaan diri baru bahwa akan baik-baik saja untuk memindahkan [prosedur] ini ke klinik.”

Keluarga pasien penerima, yang ingin menjadi donor organ, memberi izin untuk operasi tersebut.

Regulator obat AS, FDA telah menyetujui penggunaan organ babi yang dimodifikasi secara genetik untuk penelitian seperti ini.

Dr Montgomery percaya bahwa dalam satu dekade, organ babi lainnya – jantung, paru-paru dan hati – dapat diberikan kepada manusia yang membutuhkan transplantasi.

Dr Maryam Khosravi, seorang dokter ginjal dan perawatan intensif yang bekerja untuk NHS di Inggris, mengatakan: “Pencangkokan organ hewan ke manusia sudah kita pelajari selama puluhan tahun, dan sangat menarik melihat kelompok peneliti ini membuat kemajuan.”

Perihal etika, ia berkata: “Hanya karena kita bisa melakukan sesuatu tidak berarti kita harus melakukannya. Saya pikir masyarakat luas perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.”

Seorang juru bicara unit darah dan transplantasi NHS mengatakan bahwa mencari lebih banyak donor manusia yang cocok masih menjadi prioritas untuk saat ini: “Jalannya masih cukup panjang sebelum transplantasi seperti ini menjadi realita sehari-hari.

“Sementara para peneliti dan dokter terus melakukan yang terbaik untuk meningkatkan peluang hidup bagi pasien transplantasi, kami masih membutuhkan semua orang untuk membuat keputusan mengenai donasi organ mereka serta memberi tahu keluarga apa yang mereka inginkan seandainya donasi organ dimungkinkan.” (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.