Minggu, 7 Juni 20

AS, Arab Saudi dan Israel Ibarat Bersekutu dengan Musuh Hari Esok

AS, Arab Saudi dan Israel Ibarat Bersekutu dengan Musuh Hari Esok
* Hendrajit. (Foto: FB Hendrajit)

Masyarakat umum (ordinary people) Arab Saudi, di luar kalangan yang diuntungkan oleh hubungan bilateral AS-Arab Saudi, sebagian besar membenci Amerika.

Apalagi 15 dari 19 pelaku aksi terror terhadap WTC dan Pentagon pada 9 September 2001 berasal dari Arab Saudi. Sehingga muncul kekhwatiran bahwa segala bantuan militer AS kepada Arab Saudi seperti pelatihan dan bantuan persenjataan, pada akhirnya akan digunakan Saudi untuk melawan AS, jika rejim Ibnu Saud tidak lagi berkuasa di Arab Saudi.

Hal ini bisa disamakan dengan kasus Afghanistan, yang semula juga bersekutu dengan AS untuk mengusir tentara pendudukan Uni Soviet dari Afghanistan.

Bedanya, menurut Philip Giraldi, jika para pemberontak rejim Saud yang nantinya kelak berkuasa di Saudi, mereka punya senjata-senjata yang lebih canggih dan mematikan dibandingkan Taliban Afghanistan.

Sementara itu Iran sebagai salah satu kekuatan regional di Timur-Tengah dan Teluk Parsi, juga tidak boleh dipandang enteng. Ayatullah Sayed Ali Khamenei bahkan mensinyalir AS telah membantu penyediaan persenjataan nuklir kepada Arab Saudi.

Satu lagi yang membahayakan kepentingan nasional AS meskipun saat ini merupakan sekutu adalah Israel.

Seperti juga halnya dengan Arab Saudi, AS tidak pegang kendali atas sepak-terjang Israel ketika melakukan pembantaian terhadap warga sipil Palestina di Gaza, Suriah dan Lebanon.

Seperti juga AS tutup mata atas pembantian Arab Saudi terhadap Yaman. Lebih celakanya lagi, Presiden Donald Trump yang sangat obsesif untuk menghancurkan Iran, semakin menutup mata terhadap kejahatan perang yang dilakukan Arab Saudi dan Israel.

Selain itu, boleh dikatakan saat ini AS merupakan pemasok utama senjata kepada Arab Saudi dan Israel.

Selain berupaya sebagai stabilisator di kawasan Timur-Tengah. Namun ironisnya, AS sama sekali buta dengan peta kekuatan yang sesungguhnya berlangsung di Timur-Tengah dan Teluk Parsi.

Bayangkan jika akhirnya persekutuan semu dengan Arab Saudi dan Israel akhirnya runtuh, maka AS pada akhirnya akan kehilangan sekutu-sekutu andalannya. Dan berbalik memusuhi Pam Sam sebagai kekuatan militer yang superior dan terlatih.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.