Jumat, 29 Oktober 21

AS akan Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel?

AS akan Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel?
* Israel menetapkan bahwa Yerusalem adalah ibukota abadi yang tak dapat ditawar lagi. Tapi Palestina justru menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara mereka di masa depan. (BBC)

Muncul spekulasi bahwa Presiden Donald Trump mungkin akan segera mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel sebagaimana janjinya saat kampanye Pilpres, mengakibatkan kemarahan negara-negara Arab.

Menteri luar negeri Yordania memperingatkan AS akan munculnya ‘konsekuensi berbahaya’ jika mereka mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Menurut Menlu Ayman Safadi, ia telah mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson bahwa pernyataan semacam itu akan memicu kemarahan besar di dunia Arab dan Muslim.

Dalam sebuah cuitan Twitter, Safadi mengatakan: “Berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Tillerson mengenai konsekuensi berbahaya jika mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Keputusan semacam itu akan memicu kemarahan di dunia #Arab #Muslim, memicu ketegangan dan membahayakan usaha perdamaian.”

Jared Kushner, menantu Trump, mengatakan sejauh ini tidak ada keputusan apa pun yang dibuat terkait isu ini.

Tidak ada tanggapan umum dari Departemen Luar Negeri AS.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas sedang berusaha untuk menggalang dukungan internasional untuk meyakinkan agar Trump tidak membuat pengumuman tersebut.

Disebutkan, pada hari Minggu kemarin dia menelpon para pemimpin dunia, antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Dia ingin “menjelaskan bahaya dari suatu keputusan untuk memindahkan kedutaan (AS) ke Yerusalem atau mengakui (Yerusalem) sebagai ibukota Israel”, penasihat Abbas Majdi al-Khalidi mengatakan kepada kantor berita AFP.

Selama kampanye pemilihan presiden tahun lalu, Trump berjanji untuk memerintahkan pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem pada hari pertama ia menjabat. (BBC)

Para pemimpin Palestina telah memperingatkan sebelumnya bahwa langkah tersebut akan mengancam gagasan tentang solusi dua negara.

Israel telah menduduki Yerusalem Timur sejak perang Timur Tengah 1967. Mereka mencaplok wilayah itu pada tahun 1980 dan menganggapnya sebagai domain eksklusifnya. Menurut hukum internasional, Yerusalem timur termasuk wilayah pendudukan.

Israel menetapkan bahwa Yerusalem adalah ibukota abadi yang tak dapat ditawar lagi. Tapi Palestina justru menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara mereka di masa depan.

Pemerintah AS sejak tahun 1948 bersikap bahwa status Yerusalem diputuskan oleh negosiasi dan bahwa mereka tidak akan melakukan tindakan yang mungkin dianggap sebagai upaya mengarahkan hasil dari negosiasi tersebut.

Selama kampanye pemilihan presiden tahun lalu, Trump menyatakan dukungan kuat bagi Israel dan berjanji untuk memerintahkan pemindahan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem pada hari pertama ia menjabat.

Dia menunda keputusan tersebut, namun muncul spekulasi bahwa dia dapat membuat pernyataan tersebut dalam sebuah pidato pada hari Rabu (6/12) mendatang.

dalam pidato di sebuah lembaga hari Minggu, Jared Kushner, penasihat utama sekaligus menantu Trump, mengatakan bahwa terserah kepada presiden untuk mengumumkan niatnya pada waktu yang tepat.

“Presiden akan mengambil keputusan dan dia masih mengkaji brbagai fakta yang berbeda. Ketika dia membuat keputusan, dialah yang akan menjadi memberi tahu Anda, bukan saya,” katanya.

Para komandan militer rezim Zionis Israel di pos komando. (ParsToday)

Aktivitas Militer Israel Meningkat di Sekitar Jalur Gaza
Rezim Zionis Israel menetapkan daerah di sekitar Jalur Gaza sebagai zona militer tertutup.

Seperti dikutip Pusat Info Palestina dari koran Maariv Israel, Tel Aviv pada Minggu (3/12/2017) menetapkan daerah di sekitar Gaza di dekat perbatasan (antara Jalur Gaza dan wilayah pendudukan tahun 1948) sebagai zona militer tertutup.

Daerah di sekitar Gaza menyaksikan peningkatan latihan militer rezim Zionis dalam beberapa minggu dan bulan terakhir.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu baru-baru ini memperingatkan tentang kemunduran rezim tersebut di tahun-tahun mendatang, dan mengatakan, setiap tindakan yang dianggap perlu harus dilakukan untuk melindungi eksistensi Israel.

Rezim Zionis selalu menargetkan berbagai daerah di Jalur Gaza dengan serangan udara dan artileri.

Israel telah memblokade Gaza sejak Gerakan Hamas memenangkan pemilu parlemen Palestina pada tahun 2006, serta mencegah masuknya barang dan kebutuhan dasar lainnya ke wilayah tersebut. (bbc.com/ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.