Rabu, 20 Oktober 21

Arus Pemudik Naik KA Turun pada H+4 Lebaran

Arus Pemudik Naik KA Turun pada H+4 Lebaran

Semarang, Obsessionnews – Arus pemudik yang menggunakan moda transportasi kereta api mulai menunjukan penurunan di masa H+4 lebaran 2015. Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 4, Suprapto menjelaskan, sebanyak 21.426 penumpang naik kereta api dari 5 stasiun teramai di wilayahnya.

“Rinciannya adalah Semarang Poncol itu 5.007 penumpang, Semarang Tawang, 4.770 penumpang, stasiun Tegal 4.396 penumpang, stasiun Pekalongan 1.757 penumpang dan Cepu 1.486 penumpang,” terangnya via media sosial, Selasa (31/7/2015).

Jumlah ini sedikit menurun dibanding Minggu, (19/7/2015) yang merupakan hari tertinggi arus penumpang baik yang naik maupun turun di wilayah PT KAI Daop 4 Semarang. Jumlah penumpang naik saat itu adalah 24.187 penumpang, dan penumpang turun mencapai 23.915 penumpang.

“Diprediksi untuk hari-hari selanjutnya akan terus meningkat, hingga diprediksi untuk angka tertinggi angkutan penumpang berada di hari sabtu, 25 juli 2015, dengan jumlah 25.121 penumpang,” imbuhnya lagi.

Sedangkan untuk jumlah penumpang turun di hari ini, dari data pukul 10.00 WIB tercatat 19.432 orang turun di lima stasiun yakni stasiun Semarang poncol, 7.163 penumpang, Semarang tawang, 4.412 penumpang, Tegal, 3.344 penumpang, Pekalonga, 1.462 penumpang, dan stasiun Bojonegoro 1.063 penumpang

Disisi lain, pihaknya juga telah berhasil mengangkut 991 sepeda motor dalam program angkutan gratis yang diselenggarakan PT KAI DAOP 4 Semarang yang dimulai tanggal 11 s/d 15 Juli 2015.
Sementara itu, bagi angkutan sepeda motor gratis selama masa arus balik yakni dari 21 s/d 25 juli 2015, PT KAI Daop 4 telah mengirim sebanyak 117 motor di tiga stasiun besar.

“Kalau data angkutan motor itu per 21 Juli Semarang Tawang 64 motor, Pekalongan 28 motor dan Tegal 25 motor,” pungkasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.